Orang Tua Diminta Bentengi Anak dari Dampak Negatif Digitalisasi

  • 19 Jul 2026 08:14 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Tantangan menjaga ketahanan keluarga di era digital menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan Subuh Menyapa (SMS) ke-634 yang berlangsung di Masjid Raudhatul Jannah, Alue Awee, Kota Lhokseumawe, Ahad 19 juli 2026. Tausiyah disampaikan oleh Tgk. Sufri, S.Ag., M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe.

Dalam tausiyahnya, Tgk. Sufri menegaskan bahwa kewajiban orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi anak seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Orang tua juga memiliki tanggung jawab besar dalam membekali anak dengan ilmu agama, akhlak yang mulia, serta membimbing mereka agar taat beribadah.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi membawa banyak manfaat, namun juga menyimpan ancaman apabila anak tidak memiliki fondasi aqidah yang kuat. Tanpa bekal ilmu dan akhlak, anak-anak sangat rentan terpengaruh oleh berbagai konten negatif yang beredar di dunia digital.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keluarga merupakan amanah yang harus dijalankan oleh setiap orang tua.

Selain itu, Tgk. Sufri juga mengutip hadis Rasulullah SAW, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya" (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa setiap orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anaknya.

Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk lebih serius mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi. Orang tua diharapkan mampu membentengi keluarga dari dampak negatif digitalisasi dengan memperkuat aqidah, menanamkan ilmu agama, membiasakan akhlak mulia, serta mengajak anak untuk istiqamah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif tanpa menggerus nilai-nilai keislaman dalam keluarga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....