Tantangan Menjaga Etika Mencari Rezeki di tengah Kesulitan Ekonomi
- 14 Jul 2026 08:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Tekanan ekonomi yang kian menghimpit masyarakat modern sering kali melahirkan dilema moral yang sangat berat. Berada dalam kondisi terburuk saat mencari rezeki memaksa individu untuk berhadapan dengan pilihan-pilihan hidup yang krusial. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa ketidakberdayaan finansial kerap menjadi pemicu utama terjadinya pergeseran nilai etika di lingkungan sosial.
Ustadz Damanhur Abbas menyampaikan dalam tausyiyah sore yang di siarkan RRI Lhokseumawe, Pro1, Senin 13 Juli 2026 bahwa kondisi terburuk yang sesungguhnya dalam dimensi sosial adalah ketika seseorang mulai menghalalkan segala cara demi bertahan hidup. Fenomena seperti penipuan, pencurian, hingga praktik pesugihan sering kali dianggap sebagai jalan pintas yang menggiurkan. Ketika moralitas dikorbankan demi materi, maka tatanan kehidupan bermasyarakat secara perlahan akan mengalami kerusakan yang sistemik.
Hilangnya keberkahan dalam pendapatan akibat mengabaikan norma hukum dan agama akan berdampak buruk pada keharmonisan keluarga. Penghasilan yang didapatkan secara tidak jujur tidak akan pernah memberikan ketenangan batin, melainkan kegelisahan yang terus-menerus. Oleh sebab itu, mempertahankan kejujuran di tengah badai kemiskinan adalah sebuah perjuangan yang sangat mulia.
Pada akhirnya, diperlukan sinergi yang kuat antara edukasi moral dan penciptaan lapangan kerja yang berkeadilan. Masyarakat harus terus diingatkan bahwa kehormatan diri jauh lebih berharga daripada kekayaan yang diperoleh secara instan. Menjaga etika saat mencari rezeki tetap menjadi benteng terakhir untuk menyelamatkan martabat kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....