BMKG: Waspada Panas Menyengat Capai 33 Derajat Celcius

  • 12 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe- Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh bagian utara dan timur pada Minggu, 12 Juli 2026 dilaporkan didominasi cerah berawan dengan suhu mulai dari 30 hingga mencapai 33 derajat celcius.

Wilayah yang terpantau meliputi Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, hingga Langsa. Hal ini disampaikan Prakirawan cuaca BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Karendra Muiz, dalam program Info Cuaca RRI Pro Satu Lhokseumawe, Minggu, 12 Juli 2026.

Tidak hanya wilayah timur dan utara, hampir seluruh wilayah Aceh pada hari ini terpantau panas menyengat termasuk daerah barat Aceh seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, Banda Aceh dan daerah lainnya. Bahkan ditemukan titik panas (hotspot) beberapa daerah seperti di wilayah Bireun, Aceh Timur, hingga Aceh Jaya dan Aceh Barat.

Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Meski cuaca kondusif, masyarakat diminta waspada terhadap cuaca panas menyengat pada siang hari yang mencapai suhu tinggi. BMKG mengimbau agar masyarakat selalu memakai topi, jaket, hingga tabir surya di wajah ketika beraktifitas di luar ruangan, serta mencukupi cairan agar tidak dehidrasi.

Selain itu, tinggi gelombang di pesisir terpantau relatif aman, yakni berkisar antara 0.1 hingga 0,5 meter. Sedangkan sepanjang 20 kilometer lepas pantai tinggi gelombang mencapai 0.5 sampai 1.2 meter. Kondisi ini tergolong kurang aman dan nelayan khususnya dengan kapal kecil diharapkan untuk lebih berhati-hati saat melaut.

Sementara itu, kecepatan angin di wilayah perairan berada di kisaran 4 hingga 25 kilometer per jam, dan kecepatan di darat 6 hingga 18 kilometer per jam. Untuk kondisi tersebut tergolong masih normal dan aman.

Untuk kelembaban udara tercatat berada pada presentase 50 hingga 75 persen. Kondisi ini masih tergolong normal, meskipun dapat menimbulkan rasa gerah terutama pada siang hari ketika suhu meningkat. Karendra juga menyebutkan bahwa hari ini tidak terdapat potensi hujan di hampir seluruh wilayah Aceh.

Bulan Juli hingga September diperkirakan BMKG akan menjadi bulan-bulan yang cukup panas dimana terjadi kemarau panjang di Indonesia. Hal ini disebabkan fenomena El Nino (memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur), sehingga masyarakat dihimbau untuk lebih siap menghadapi potensi kekeringan.

"Bagi petani atau warga yang memiliki lahan pertanian maupun perkebunan bisa mempersiapkan cadangan sumber air, dikarenakan ancaman kekeringan bisa terjadi akibat kemarau panjang," pesan Karendra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....