Sinergi Pemerintah dan Generasi Muda Jadi Kunci Indonesia Maju

  • 10 Jul 2026 18:55 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Mewujudkan Indonesia yang tangguh dan maju membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Generasi muda dinilai menjadi salah satu kunci penting yang harus dilibatkan secara nyata dalam proses pembangunan agar cita-cita menuju Indonesia Emas dapat terwujud.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, Dr. Elidar Sari, S.H., M.H., dalam dialog Kita Indonesia di Pro1 RRI Lhokseumawe pada Kamis, 9 Juli 2026. Menurutnya, kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila pemerintah mampu membangun kepercayaan publik sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.

Dr. Elidar Sari menjelaskan, terdapat empat semangat utama yang perlu terus dijaga dalam membangun bangsa, yakni stabilitas dan pembangunan, gerak dan pertumbuhan, ruang kebersamaan, serta persatuan dan harapan. Namun, nilai-nilai tersebut perlahan mulai memudar akibat berbagai dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

"Empat semangat itu sebenarnya sudah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Namun, berbagai kondisi yang terjadi saat ini membuat semangat tersebut mulai terkikis. Salah satunya karena munculnya sikap apatis masyarakat terhadap sistem kepemimpinan," ujarnya.

Ia menilai, mengembalikan kepercayaan masyarakat bukan perkara mudah. Pemerintah harus mampu membuktikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Selain itu, Dr. Elidar Sari menyoroti pentingnya peran generasi muda sebagai motor perubahan. Menurutnya, anak muda Indonesia memiliki kemampuan yang besar berkat perkembangan teknologi. Namun, potensi tersebut perlu diarahkan agar tidak hanya terfokus pada dunia digital, melainkan juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan pembangunan daerah.

"Generasi muda kita memiliki kecerdasan dan akses teknologi yang luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah motivasi, ruang berekspresi, dan kesempatan untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan, bukan sekadar hadir sebagai pelengkap dalam forum-forum seperti Musrenbang," katanya.

Ia juga mengingatkan masih adanya kesenjangan antara regulasi yang telah disusun dengan implementasinya di lapangan. Menurutnya, berbagai hasil penelitian akademik, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan, seharusnya dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah, bukan berhenti sebagai dokumen ilmiah semata.

"Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas IPTEK dan memperkuat tata kelola pemerintahan. Jika kedua aspek itu berjalan dengan baik dan didukung integritas, saya optimistis Indonesia mampu menjadi bangsa yang maju," tuturnya.

Terakhir, Dr. Elidar Sari menegaskan bahwa visi Indonesia Tangguh dan Indonesia Maju hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, seluruh masyarakat, terutama peran serta generasi muda. Transparansi, partisipasi publik, serta penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....