Sekitar 150 Hektar Sawah di Cot Girek Kekeringan, Petani Terancam Gagal Tanam
- 09 Jul 2026 14:27 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara– Ribuan bibit padi milik petani di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, terancam rusak. Krisis air yang melanda lebih dari 150 hektar sawah membuat para petani terancam mengalami gagal tanam pada musim ini.
Berdasarkan informasi yang diterima RRI, Kamis, 9 Juli 2026, kondisi gersang dan tanpa air melanda persawahan di sejumlah desa, antara lain Desa Alue Drien, Desa Seuneubok Baro, Desa U Baro, Desa Ceumpeudak, Desa Matang Teungoh, Desa Pucok Alue dan Desa Batu 12.
Salah seorang petani di Desa Ceumpeudak, Muslem, menyebutkan sebagian besar bibit padi yang disiapkan petani sudah berusia sekitar 30 hari dan siap dipindahkan ke sawah. Namun, proses menanam terpaksa dihentikan karena tanah sawah mengering.
“Sawah kami di sini adalah sawah tadah hujan. Kami sangat mengandalkan air hujan untuk bisa mengolah tanah dan menanam, Namun, terpaksa berhenti di tengah jalan karena tanah sawah sudah mengering, tentu akan mengalami gagal panen.”kata Muslem, Kamis, 9 Juli 2026.
Sementara Geuchik (Kepala Desa) Seuneubok Baro, Jon Junaidi, didampingi Geuchik Ceumpeudak, Abdul Jabar, dan Geuchik U Baro, Kahar Muzakar, ST, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memang belum memiliki jaringan irigasi. Jika hujan tidak kunjung turun dalam waktu dekat, bibit padi akan membusuk dan petani dipastikan rugi besar.
“Kita meminta kepada pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan memberikan solusi nyata, seperti penyediaan pompa air atau pembangunan jaringan irigasi. Apalagi selama ini pemerintah sedang gencar mendorong program swasembada pangan, kalau kondisi sawah kami terus-terusan mengering seperti ini, bagaimana program itu bisa tercapai,”terangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....