Pergeseran Nilai Syariat di Aceh Dipicu Minimnya Pendidikan Agama

  • 07 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe - Kegiatan tausiyah S2B yang berlangsung di Masjid Al Hikmah Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa 7 juli 2026. menghadirkan Tgk. Taufikur Rahmi, SE., M.Pd. sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti kondisi pergeseran nilai-nilai syariat Islam di Aceh yang dinilai semakin memprihatinkan.

Menurut Tgk. Taufikur Rahmi, pergeseran tersebut tidak hanya terjadi di kalangan generasi muda, tetapi juga mulai terlihat pada sebagian generasi yang lebih tua. Fenomena itu ditandai dengan semakin jauhnya masyarakat dari pendidikan agama karena lebih disibukkan dengan urusan dunia.

Ia menjelaskan, minimnya pemahaman agama berdampak pada menurunnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu, kata dia, dapat dilihat dari maraknya perilaku tidak santun di media sosial, mulai dari saling menghina, menyebarkan ujaran kebencian, hingga berani merendahkan para ulama.

"Keberanian menghina ulama merupakan salah satu dampak dari kurangnya ilmu agama. Padahal ulama adalah pewaris para nabi yang memiliki peran penting dalam membimbing umat," ujarnya di hadapan jamaah.

Dalam tausiyah tersebut, Tgk. Taufikur Rahmi juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, yang menjelaskan bahwa para nabi tidak mewariskan harta, melainkan ilmu. Siapa yang mengambil ilmu, maka ia telah memperoleh bagian yang sangat besar.

Melalui tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk kembali memperkuat pendidikan agama, memperbaiki akhlak, serta menjaga adab terhadap para ulama. Dengan memperbanyak menuntut ilmu agama, diharapkan masyarakat Aceh dapat kembali menguatkan nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....