Cuaca Kondusif, BMKG Ingatkan Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak

  • 06 Jul 2026 21:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Kondisi cuaca di wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Langsa dilaporkan cerah berawan pada Senin, 6 Juli 2026. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Aceh Utara, suhu udara mencapai 31,5 derajat Celsius dengan kelembapan berkisar antara 50 hingga 75 persen.

Hal ini disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Karendra Muiz, dalam program Info Cuaca RRI Pro Satu Lhokseumawe edisi Senin, 6 Juli 2026. Kondisi perairan dilaporkan hari ini relatif kondusif untuk aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan. Tinggi gelombang di pesisir diprakirakan berkisar antara 0,1 hingga 0,6 meter, sedangkan pada jarak sekitar 20 kilometer dari lepas pantai tinggi gelombang berada pada kisaran 0,6 hingga 1 meter.

Sementara itu kecepatan angin di daratan diprakirakan mencapai 5 hingga 15 kilometer per jam, sedangkan di perairan berkisar 6 hingga 22 kilometer per jam. BMKG menilai kondisi gelombang dan kecepatan angin tersebut masih berada pada kategori aman untuk dilalui kapal berukuran kecil maupun sedang.

Meski demikian, para nelayan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba selama beraktivitas di laut.

Selain itu, terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diprakirakan terjadi di Kabupaten Bener Meriah pada malam hari. Masyarakat yang beraktivitas pada malam hari di wilayah tersebut diimbau untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG.

Karendra Muiz, mengatakan secara umum kondisi cuaca di wilayah Aceh masih cukup kondusif. "Kondisi tinggi gelombang masih relatif aman untuk aktivitas melaut, begitu pula kecepatan angin yang cenderung stabil. Namun, masyarakat, khususnya para nelayan, tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak," ujar Karendra.

BMKG juga mendeteksi dua titik panas (hotspot) yang berada di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Bener Meriah. Kondisi suhu udara yang cukup panas dinilai berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca resmi sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari maupun pelayaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....