Membaca Isyarat di Balik Kebohongan, Kenali Tanda-Tandanya
- 04 Jul 2026 20:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Pernah merasa ada yang berbeda saat berbicara dengan seseorang? Meski tidak mudah dikenali, orang yang sedang menyembunyikan sesuatu terkadang menunjukkan perubahan pada cara berbicara maupun bahasa tubuhnya. Namun, perubahan tersebut tidak selalu berarti seseorang sedang berbohong sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk menarik kesimpulan.
Salah satu perubahan yang kerap terlihat adalah pola berbicara. Seseorang yang sedang berbohong bisa saja memberikan jawaban yang lebih singkat, terdengar ragu, atau menghindari penjelasan yang terlalu rinci. Dalam kondisi tertentu, mereka juga tampak lebih berhati-hati saat memilih kata-kata.
Selain pola bicara, perubahan juga dapat terlihat dari bahasa tubuh. Misalnya, seseorang menjadi lebih sering menyentuh wajah, menutup mulut ketika berbicara, mengubah posisi tubuh atau kaki, hingga menunjukkan ekspresi wajah yang kurang selaras dengan apa yang diucapkan. Perubahan ritme pernapasan pun dapat terjadi sebagai respons alami tubuh ketika seseorang sedang mengalami tekanan atau merasa gugup.
Office of Justice Programs (OJP), U.S. Department of Justice, menjelaskan bahwa tidak ada satu ciri atau gestur tertentu yang dapat dijadikan bukti pasti seseorang sedang berbohong. Penilaian harus dilakukan dengan melihat keseluruhan perilaku dan konteks situasi. Sementara itu, mengutip artikel Hello Sehat, perubahan pada pola bicara, bahasa tubuh, hingga ekspresi wajah dapat menjadi petunjuk ketika seseorang sedang menyembunyikan sesuatu. Namun, Hello Sehat juga menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut bukanlah metode yang benar-benar akurat untuk memastikan seseorang sedang berbohong, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk langsung menilai seseorang tidak jujur.
Karena itu, penting untuk tidak terburu-buru menilai seseorang hanya berdasarkan satu atau dua tanda. Rasa gugup, cemas, atau berada di bawah tekanan juga dapat memunculkan perilaku yang serupa. Mengamati perubahan perilaku secara menyeluruh dan memahami konteksnya akan membantu menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Dengan memahami hal tersebut, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi perilaku orang lain dan tidak mudah mengambil kesimpulan tanpa melihat situasi secara utuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....