Peduli Lingkungan, Sekadar Tren atau Sudah Menjadi Gaya Hidup?
- 03 Jul 2026 19:59 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Sejauh manakah kepedulian kamu terhadap lingkungan sekitar ? Ya, tanpa kita pungkiri, berada di era multi platform saat ini semakin mendatangkan banyak kemajuan dari segala sisi. Termasuk kesadaran menjaga lingkungan yang semakin terlihat di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Berbagai aksi seperti membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, hingga mengikuti kegiatan bersih-bersih lingkungan kini semakin sering dijumpai. Fenomena ini memunculkan pertanyaan, apakah kepedulian terhadap lingkungan hanya sekadar tren yang mengikuti perkembangan zaman, atau sudah benar-benar menjadi gaya hidup yang melekat dalam keseharian?
Eghi Poetra dalam program Spada Selamat Pagi Teman Pro 2, Jumat 3 Juli 2026 menyampaikan pendapat pengamat sosial yang menilai bahwa tren dapat menjadi pintu masuk lahirnya kebiasaan positif. Banyak orang awalnya ikut-ikutan karena pengaruh media sosial atau lingkungan pertemanan. Namun, ketika manfaatnya mulai dirasakan, kebiasaan tersebut perlahan berubah menjadi gaya hidup. Kepedulian terhadap lingkungan tidak lagi dilakukan demi mengikuti tren, melainkan karena muncul kesadaran bahwa bumi membutuhkan peran setiap individu untuk tetap lestari.
Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Masih ditemukan perilaku membuang sampah sembarangan, penggunaan plastik berlebihan, hingga minimnya kesadaran untuk menjaga fasilitas umum. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan keteladanan masih perlu terus diperkuat. Kepedulian terhadap lingkungan akan lebih berdampak jika dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat momentum tertentu atau demi mendapatkan perhatian di media sosial.
Peduli lingkungan seharusnya tidak berhenti sebagai tren sesaat. Menjadikannya sebagai gaya hidup adalah investasi bagi masa depan yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. Ketika setiap orang mulai mengambil langkah sederhana, seperti menghemat air, menanam pohon, dan mengelola sampah dengan baik, maka perubahan besar dapat terwujud. Bumi yang lestari bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....