Sekolah Malaka Jadi Pengingat Pentingnya Pendidikan Pascabencana

  • 29 Jun 2026 20:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, ACEH TAMIANG – Di tengah upaya pemulihan pascabencana, kebutuhan seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal sering menjadi prioritas utama. Namun, berdirinya Sekolah Malaka di Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi pengingat bahwa pendidikan juga merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh terhenti ketika bencana terjadi.

Sekolah yang dibangun melalui gerakan kemanusiaan Malaka Project tersebut resmi beroperasi pada Sabtu (27/6), setelah rampung dibangun menggunakan dana donasi masyarakat yang dihimpun sebagai respons terhadap banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025.

Pembangunan Sekolah Malaka menjadi salah satu contoh bagaimana donasi masyarakat tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk pembangunan fasilitas pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Pentingnya pendidikan setelah bencana juga ditegaskan oleh UNESCO melalui program Education in Emergencies. Organisasi tersebut menyebut sekolah berfungsi sebagai ruang aman (safe space) bagi anak-anak, sekaligus membantu menjaga keberlangsungan proses belajar dan mendukung pemulihan psikososial setelah mengalami bencana.

Sejalan dengan itu, UNICEF menyatakan semakin lama anak kehilangan akses terhadap pendidikan setelah bencana, semakin besar risiko terjadinya learning loss, meningkatnya angka putus sekolah, serta terganggunya perkembangan sosial dan emosional anak.

Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan CAF World Giving Index 2024, Indonesia kembali dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia selama tujuh tahun berturut-turut. Penilaian tersebut didasarkan pada tingginya partisipasi masyarakat dalam berdonasi, menjadi relawan, dan membantu sesama.

Beroperasinya Sekolah Malaka menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat dapat diwujudkan menjadi manfaat yang berkelanjutan. Di tengah tantangan pascabencana, kehadiran ruang belajar baru tidak hanya mengembalikan aktivitas pendidikan, tetapi juga membuka kembali harapan bagi anak-anak untuk menata masa depan mereka melalui pendidikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....