Tangis Haru Sambut Jenazah Putri Hensy, PMI Korban Pembunuhan di Malaysia
- 25 Jun 2026 19:22 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Jenazah Putri Hensy Aprilda (22), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi korban pembunuhan tragis di Selangor, Malaysia, akhirnya tiba di rumah duka pada Rabu 24 Juni 2026.
Pemulangan jenazah ini berhasil terlaksana berkat koordinasi intensif antara KBRI Kuala Lumpur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, pihak keluarga korban, serta tim pendamping Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma.
Tak hanya itu, masyarakat Aceh yang berada di Malaysia juga ikut turun tangan membantu proses pengurusan jenazah, koordinasi lapangan, hingga dukungan logistik selama proses pemulangan.
Anggota DPD RI, H Sudiman (Haji Uma) yang ikut mengantarkan langsug jenazah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengawal ketat proses pemulangan ini sejak awal menerima informasi duka dari KBRI Kuala Lumpur mengenai meninggalnya Putri Hensy beserta bayinya.
"Sejak awal kami berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur, tim di Malaysia, serta komunitas masyarakat Aceh di sana untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan baik. Alhamdulillah, hari ini jenazah sudah tiba dan diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga," ujar Haji Uma, Kamis 25 Juni 2026.
Haji Uma mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari KBRI Kuala Lumpur, kasus pembunuhan ini sedang ditangani secara serius oleh Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), dan pelaku dilaporkan telah berhasil diamankan.
“Sebelum meninggal dunia, korban mengalami kisah yang sangat memilukan. Putri Hensy menjadi korban rangkaian tindak kekerasan hebat di Selangor saat dirinya masih dalam kondisi mengandung hingga melahirkan.”jelasnya.
Lanjutnya, untuk jenazah bayi korban tidak ikut dipulangkan ke Indonesia. Atas dasar musyawarah dan persetujuan pihak keluarga, sang bayi telah dimakamkan di Malaysia dengan dibantu oleh komunitas masyarakat Aceh setempat.
“Dalam proses pengurusan jenazah tersebut, total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp28 juta. Dana bersumber dari Pemkab Aceh Tamiang sebesar Rp10 juta, bantuan pribadi saya sebesar Rp5,4 juta (termasuk biaya kargo), bantuan keluarga dan tokoh masyarakat sekitar Rp5 juta, serta selebihnya Rp7,48 juta merupakan sumbangan gotong royong dari warga Aceh di Malaysia," ungka Haji Uma
Haji Uma juga menambahkan bahwa Putri Hensy merupakan seorang anak yatim piatu yang selama ini tinggal bersama neneknya di Aceh Tamiang dengan kondisi ekonomi yang sangat sederhana. Korban diketahui sudah bekerja di Malaysia selama kurang lebih tiga tahun sebelum peristiwa nahas ini menimpanya.
"Kondisi keluarganya sangat sederhana, apalagi almarhumah adalah anak yatim piatu. Karena itu, kami semua berupaya membantu semaksimal mungkin agar proses pemulangan jenazah dapat berjalan lancar hingga ke liang lahat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....