Hari Tasu'a dan Asyura, Momentum Muhasabah dan Meraih Ampunan di Bulan Muharram
- 25 Jun 2026 15:37 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Selain menjadi penanda awal tahun Hijriah, bulan ini juga menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Diantara amalan yang sangat dianjurkan adalah menjalankan puasa sunnah Tasu'a dan Asyura.
Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram , sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram . Kedua puasa ini memiliki keutamaan yang besar dan telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hari Asyura memiliki nilai historis yang penting dalam perjalanan umat manusia.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa pada hari tersebut Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Fir'aun. Sebagai bentuk rasa syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari itu dan Rasulullah SAW kemudian menganjurkan umat islam untuk turut berpuasa pada hari Asyura.
Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau hari Tasu'a sebagai pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Karena itu, umat islam dianjurkan menjalankan puasa Tasu'a dan Asyura secara berurutan.
Keutamaan puasa Asyura sangat besar. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa beliau berharap puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Keutamaan inilah yang membuat banyak umat Muslim berlomba-lomba menghidupkan hari Asyura dengan berpuasa dan memperbanyak amal shaleh.
Lebih dari sekedar menahan lapar dan dahaga, puasa Tasu'a dan Asyura menjadi sarana untuk memperkuat ketakwaan, melakukan instropeksi diri, serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa setiap pergantian tahun Hijriah adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebajikan.
Dengan menjalankan puasa Tasu'a dan Asyura, umat islam tidak hanya meraih pahala sunnah, tetapi juga meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam mengisi bulan Muharram dengan ibadah yang penuh keberkahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....