Insinyur Indonesia di NVIDIA Ingin Pulang untuk Benahi Pendidikan

  • 23 Jun 2026 11:01 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kisah sukses putra bangsa kembali mencuri perhatian publik. Mochammad Asri, seorang AI Architect di NVIDIA, Amerika Serikat, mengungkapkan keinginannya untuk suatu saat kembali ke Indonesia dan berkontribusi dalam memperbaiki sistem pendidikan nasional.

Melalui unggahan akun Instagram Folkative, Asri diceritakan sebagai lulusan SMA Negeri 8 Jakarta yang melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar doktor (Ph.D.) di Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan NVIDIA, ia juga diketahui pernah berkarier di perusahaan teknologi global Meta. Kini, ia terlibat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di NVIDIA, salah satu perusahaan terdepan dalam industri AI dunia.

Keinginan Asri untuk membantu memajukan pendidikan Indonesia dinilai sejalan dengan tantangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang masih dihadapi Tanah Air. Berdasarkan Human Capital Index (HCI) Bank Dunia, Indonesia mencatat skor 0,54. Artinya, anak yang lahir di Indonesia saat ini diperkirakan hanya dapat mencapai 54 persen dari potensi produktivitas maksimalnya saat dewasa apabila kondisi pendidikan dan kesehatan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Selain itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis OECD menunjukkan kemampuan literasi, matematika, dan sains pelajar Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara-negara anggota OECD. Temuan tersebut menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Di sisi lain, sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif. IMD World Talent Ranking 2024 mencatat daya saing talenta Indonesia mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan ekonomi digital dan semakin besarnya investasi pada pengembangan SDM.

Kisah Mochammad Asri menjadi bukti bahwa talenta Indonesia mampu bersaing di panggung teknologi global. Harapannya untuk kembali dan berkontribusi dalam dunia pendidikan pun mendapat perhatian luas, sekaligus menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan, riset, dan inovasi merupakan kunci untuk melahirkan lebih banyak putra-putri bangsa yang mampu berkiprah di tingkat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....