Dukungan Kemensos dan RRI, Al-Qur'an Braille untuk Anak Tunanetra Kota Langsa
- 22 Jun 2026 17:16 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Langsa – Komitmen menghadirkan layanan yang inklusif bagi penyandang disabilitas terus diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. RRI Lhokseumawe bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia menyerahkan bantuan 120 Al-Qur'an Braille kepada SLB Negeri Kota Langsa sebagai bagian dari program dukungan sosial dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa waktu lalu.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, kepada Wakil Kepala SLB Negeri Kota Langsa, Tri Kusuma Wardana, dalam kegiatan yang turut dihadiri Ketua DPRK Kota Langsa, , Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, , para guru, siswa penyandang disabilitas, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan bagi siswa tunanetra sekaligus memperkuat proses pemulihan sosial pascabencana. Senin 22 Juni 2026.
PLT Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Darma Putra, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI dan RRI Lhokseumawe atas bantuan yang diberikan kepada siswa SLB Negeri Kota Langsa. Menurutnya, bantuan tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian dan layanan yang layak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dan RRI Lhokseumawe yang telah menyalurkan bantuan Al-Qur'an Braille kepada anak-anak kami di SLB Negeri Kota Langsa. Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung proses belajar dan pembinaan keagamaan bagi siswa tunanetra, terutama dalam masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang sempat berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepada RRI, Wakil Kepala SLB Negeri Kota Langsa, Tri Kusuma Wardana, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima. Ia mengatakan keberadaan Al-Qur'an Braille sangat dibutuhkan oleh para siswa karena menjadi sarana utama dalam mempelajari dan memahami ajaran agama.
"Bantuan ini merupakan kebahagiaan dan motivasi besar bagi siswa-siswi kami. Al-Qur'an Braille bukan hanya media pembelajaran, tetapi juga menjadi jembatan bagi anak-anak tunanetra untuk lebih dekat dengan nilai-nilai agama. Kami berterima kasih kepada Kemensos RI dan RRI Lhokseumawe yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah kami," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata kepada masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan dan pembelajaran agama tanpa terkecuali.
"Kami berharap bantuan Al-Qur'an Braille ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa dan menjadi penyemangat untuk terus belajar, berkembang, serta meraih cita-cita mereka. Ini adalah wujud kepedulian bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan dan pembinaan keagamaan," ujar Wenny.

Ketua DPRK Kota Langsa, Melvita Sari, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai RRI selama ini tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga berperan aktif dalam menjembatani berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada RRI Lhokseumawe dan Kementerian Sosial RI atas kepeduliannya terhadap anak-anak disabilitas di Kota Langsa. RRI telah menjadi corong informasi publik yang sangat dibutuhkan masyarakat, dan kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi warga Kota Langsa," ungkapnya.
SLB Negeri Kota Langsa saat ini membina sekitar 205 siswa dari jenjang TKLB hingga SMALB dengan dukungan 43 tenaga pendidik. Melalui bantuan 120 Al-Qur'an Braille ini, diharapkan para siswa tunanetra memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan keagamaan, sekaligus menjadi simbol kuat bahwa semangat kepedulian, inklusivitas, dan gotong royong tetap hidup dalam membantu masyarakat Aceh bangkit dan pulih pascabencana hidrometeorologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....