DKPPP Lhokseumawe Turun Tangan Tangani Keluhan Pembudidaya Ikan
- 19 Jun 2026 16:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang disampaikan para pembudidaya ikan terkait munculnya gejala penyakit pada ikan yang dibudidayakan di keramba jaring apung.
Kegiatan investigasi lapangan dilakukan oleh tim dari Bidang Perikanan Budi Daya DKPPP Lhokseumawe, Pemeriksaan difokuskan pada kesehatan ikan serta kondisi kualitas air di lokasi budidaya yang berada di wilayah Gampong Ulee Jalan dan Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti.
Tim Bidang Perikanan Budi Daya DKPPP Kota Lhokseumawe; Aqlia Handayani, S.St.Pi mengatakan Jumat 19 Juni 2026.
Dari hasil pemeriksaan di kawasan Ulee Jalan, ditemukan sejumlah ikan lele yang menunjukkan tanda-tanda terserang penyakit.
"Gejala yang terlihat antara lain muncul bercak putih pada tubuh ikan, luka pada bagian kulit, kondisi tubuh yang lemah, serta perubahan warna pada sirip" ujar Aqlia
Sebagai langkah penanganan awal, tim memberikan rekomendasi penggunaan Kalium Permanganat yang berfungsi membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab penyakit pada ikan.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan penyakit, petugas juga memantau perkembangan budidaya ikan kerapu di keramba jaring apung yang berada di Gampong Ujong Blang. Ikan kerapu yang diperiksa diketahui telah memasuki masa pemeliharaan sekitar lima bulan.
Pengukuran kualitas air turut dilakukan di kedua lokasi guna memastikan kondisi lingkungan budidaya masih berada dalam batas yang mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.
Menurut pihak DKPPP, pemantauan kesehatan ikan dan kualitas air merupakan langkah penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi pembudidaya. Deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat sehingga risiko kematian ikan dapat ditekan.
DKPPP Kota Lhokseumawe mengimbau para pembudidaya agar segera melaporkan apabila menemukan gejala penyakit pada ikan maupun perubahan kualitas lingkungan budidaya, sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....