Dana Desa Tanah Jambo Aye Dinilai Transparan dan Berdampak bagi Masyarakat

  • 19 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kecamatan Tanah Jambo Aye di Kabupaten Aceh Utara terus memfokuskan pemanfaatan Dana Desa (DD) secara maksimal demi mengoptimalkan kemajuan daerah. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, optimalisasi program kerja berbasis kebutuhan masyarakat tetap menjadi target utama.

Hal ini diungkapkan Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Saputra, S.I.P., dalam dialog interaktif bersama Pro Satu RRI Lhokseumawe kemarin, Kamis, 18 Juni 2026. Fauzi menilai selama ini sebanyal 47 Desa di Kecamatan Jambo Aye, sudah cukup baik dalam mengelola dana desa.

Hal ini ditandai dengan pencairan anggaran yang selalu tepat waktu, perancangan program pembangunan yang sesuai skala prioritas, pengelolaan yang transparan dan evaluasi yang melibatkan lintas pihak termasuk partisipasi masyarakat.

Menurutnya, pihak kecamatan terus mengawal ketat perencanaan program sejak pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) hingga tahap realisasi fisik. "Harapannya pemerintah gampong dan seluruh masyarakat bersama-sama memilih program-program yang paling prioritas dan bermanfaat," ujar Fauzi Saputra.

Ia juga mengingatkan agar seluruh aspek pertanggungjawaban program tidak melanggar regulasi demi menjamin keamanan administratif yang akuntabel ke depannya. Ketertiban dokumentasi, mulai dari pencatatan notulen rapat kecil hingga pelaporan progres berkala, dinilai sebagai tameng utama menghindari penyelewengan dana (korupsi).

Di sisi lain, Ketua Forum Geuchiek Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sofyan, S.Pd., menuturkan bahwa hadirnya Dana Desa sejak satu dekade lalu telah membawa perubahan masif bagi wajah infrastruktur serta kapasitas manusia di Gampong-Gampong yang ada di Tanah Jambo Aye.

Sebelum adanya alokasi dana pusat ini, menurut Sofyan, pembangunan berjalan lambat. Namun kini, sejak ada dana desa sekitar 80 persen jalan umum, jalan antar-gampong di Tanah Jambo Aye telah berhasil dilakukan pengerasan dan pengaspalan.

Selain sektor fisik, porsi alokasi DD di kecamatan ini juga dititikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal, seperti pengaktifan posyandu secara menyeluruh dan stimulasi usaha mikro.

Tercatat sebanyak 28 gampong telah sukses mendirikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang aktif berbadan hukum. Salah satu terobosan unik adalah program "Kelompok Perempuan Jujur" di Gampong Alue Mirah yang memberikan suntikan modal life skill bagi kaum perempuan setempat.

Mengantisipasi terjadinya kembali kasus penyelewengan dana yang sempat menjerat Geuchiek di salah satu Desa di kecamatan Tanah Jambo Aye beberapa tahun silam, pihaknya kini mengaku lebih memperketat perihal regulasi, mengedepankan transparansi dan koordinasi antar aparatur gampong dalam pengelolaan dana desa.

"APBG kita komunikasikan secara terbuka di ruang publik, dan warga dilibatkan untuk memonitor proyek di lapangan, jika ada yang janggal silahkan dilaporkan secara lisan maupun tulisan,"ujar Sofyan.

Dalam hal pegawasan Dana Desa, menurut Sofyan, semua unsur turut dilibatkan mulai dari Tuha Peut, jajaran kecamatan, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum.

Ia berharap, Tanah Jambo Aye mampu menjadi percontohan dalam hal tata kelola desa yang baik, dari segi Pembangunan infrastruktur maupun SDM serta stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....