Disbudpar Aceh Dorong Digitalisasi Manuskrip Sejarah

  • 17 Jun 2026 21:50 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Sejarah Lokal dan Representasi Wilayah” di Aula Lantai 2 Disbudpar Aceh, Rabu 17 Juni 2026.

Forum ini mengonsolidasikan 21 peserta dari kalangan akademisi, guru, pemerhati sejarah, dan instansi terkait untuk merumuskan digitalisasi serta pemerataan narasi sejarah daerah.

Langkah ini menyusul rampungnya proses inventarisasi tokoh dan peristiwa bersejarah di seluruh kabupaten/kota di Aceh yang dilakukan Disbudpar selama enam bulan terakhir. Data-data tersebut nantinya akan diintegrasikan menjadi basis data sejarah digital, bahan publikasi, konten edukasi, hingga referensi formal pada sektor pendidikan.

Kepala Bidang Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh Evi Mayasari, menjelaskan bahwa penguatan basis data ini merupakan langkah strategis agar materi sejarah lokal dapat diakses secara inklusif oleh generasi muda pascakonflik dan pascatsunami.

“Melalui FGD ini, kami menghimpun kontribusi lintas sektor untuk memperkuat pemanfaatan sejarah di Aceh. Harapannya, setiap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah nasional, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap tokoh serta peristiwa penting yang lahir dari wilayahnya sendiri,” ujar Evi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....