Dr. Bukhari Nilai Brigjen Dedy Tabrani Figur Ideal Pimpin Polda Aceh

  • 13 Jun 2026 18:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dukungan terhadap putra daerah untuk memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terus mengalir. Kali ini, dukungan datang dari Advokat, Akademisi, dan Mediator Nasional, Dr. Bukhari, M.H., C.M., yang menilai Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. merupakan figur yang sangat layak untuk memimpin Polda Aceh di masa mendatang.

Menurut Bukhari, Aceh membutuhkan sosok Kapolda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, pengalaman kepemimpinan, dan integritas yang kuat, tetapi juga memahami karakter masyarakat Aceh yang religius serta mampu membangun komunikasi yang baik dengan ulama dan tokoh masyarakat.

Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani adalah figur yang lengkap. Beliau bukan hanya cerdas secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keagamaan yang sangat tinggi. Ini adalah kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Aceh saat ini," ujar Dr. Bukhari, Sabtu 13 Juni 2026.

Bukhari menjelaskan, Dedy Tabrani memiliki rekam jejak panjang di institusi Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, sebuah posisi strategis yang menuntut kemampuan manajerial, kepemimpinan, dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman narkotika yang masih menjadi persoalan serius di Aceh.

Selain memiliki karier yang cemerlang sebagai perwira tinggi Polri, Dedy Tabrani juga dikenal aktif di dunia akademik. Ia merupakan dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)/Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang turut berkontribusi dalam mencetak generasi perwira Polri yang profesional dan berintegritas.

Menurut Bukhari, kapasitas akademik tersebut menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa Dedy Tabrani tidak hanya memiliki pengalaman lapangan, tetapi juga kemampuan konseptual dan intelektual dalam merumuskan kebijakan keamanan yang efektif.

Beliau adalah sosok intelektual di lingkungan Polri. Pengalaman sebagai dosen PTIK menunjukkan bahwa beliau memiliki kapasitas keilmuan yang sangat baik dan mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis dalam pembangunan institusi kepolisian," katanya.

Tak hanya itu, Bukhari juga menyoroti sisi religius dan sosial Dedy Tabrani yang selama ini dikenal dekat dengan para ulama dan pimpinan dayah. Menurutnya, hubungan yang harmonis dengan ulama merupakan modal penting bagi seorang Kapolda Aceh mengingat peran ulama sangat strategis dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Pak Dedy memiliki kedekatan yang baik dengan ulama. Beliau memahami bahwa ulama merupakan mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat. Kemampuan membangun komunikasi dengan ulama menjadi keunggulan tersendiri," ungkapnya.

Lebih jauh, Bukhari mengungkapkan bahwa Dedy Tabrani juga dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan Islam. Ia disebut turut membina dan memimpin sebuah dayah tahfiz Al-Qur'an yang menampung serta membina anak-anak yatim untuk menjadi penghafal Al-Qur'an.

Menurut Bukhari, kepedulian terhadap anak yatim dan pendidikan keagamaan menunjukkan bahwa Dedy Tabrani tidak hanya memikirkan aspek penegakan hukum, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda.

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat negara, beliau masih memberikan perhatian terhadap pendidikan Al-Qur'an dan pembinaan anak yatim. Ini menunjukkan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan umat, bukan sekadar jabatan," ujar Bukhari.

Ia menambahkan bahwa Aceh membutuhkan pemimpin kepolisian yang mampu mengintegrasikan pendekatan hukum, sosial, budaya, dan keagamaan secara seimbang. Menurutnya, pengalaman Dedy Tabrani di bidang keamanan, pendidikan, dan sosial-keagamaan menjadikannya salah satu figur yang memiliki modal kuat untuk memimpin Polda Aceh.

Dengan pengalaman sebagai perwira tinggi Polri, Kepala BNNP Aceh, dosen PTIK, serta kiprahnya dalam pembinaan pendidikan Al-Qur'an dan anak yatim, saya menilai Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani memiliki kapasitas, integritas, dan legitimasi moral yang

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....