Tausiyah Sore RRI Lhokseumawe Bahas Keberkahan dan Pembagian Warisan

  • 12 Jun 2026 18:56 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Program Tausiyah Sore Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe kembali hadir menemani waktu senggang masyarakat menjelang kumandang azan magrib. Dalam program Tausiyah Sore edisi Senin 08 Juni 2026, mengangkat tema penting mengenai "Fadhilah Harta Halal dan Keberkahan dan Pembagian Warisan" sebagai fondasi utama untuk mencapai keberkahan dan ketenangan jiwa di dalam kehidupan sehari-hari. Acara yang menghadirkan Dr. Damanhur selaku narasumber untuk mengupas tuntas perspektif Islam dalam memandang kepemilikan dan pemanfaatan sebuah harta.

Diskusi menjadi sangat mendalam ketika pembahasan mulai beralih pada problematika manajemen harta pascakematian seseorang atau yang dikenal sebagai warisan. Dr. Damanhur menekankan bahwa harta warisan sebaiknya segera dibagi secara jelas kepada para ahli waris setelah menyelesaikan seluruh utang-piutang milik almarhum. Menunda-nunda pembagian warisan hingga berganti generasi dinilai sangat rawan memicu konflik internal keluarga, terutama ketika nilai nominal aset tersebut mengalami lonjakan harga di kemudian hari.

Lebih lanjut, narasumber juga membagikan tips praktis bagi anak-anak agar harta peninggalan orang tua dapat dialokasikan menjadi sumber pahala jariyah yang terus mengalir. Jika orang tua yang telah wafat belum sempat menunaikan ibadah haji semasa hidupnya, ahli waris sangat dianjurkan menyisihkan sebagian harta warisan untuk melaksanakan badal haji bagi almarhum. Pilihan mulia lainnya adalah menyepakati pemanfaatan hasil dari aset produktif, seperti sawah atau kebun, untuk disedekahkan dan diwakafkan secara rutin ke masjid atau panti asuhan.

Sebagai penutup tausiyah, Dr. Damanhur mengingatkan para pendengar setia RRI Lhokseumawe untuk senantiasa berdoa agar diberikan kecukupan rezeki yang diniatkan murni untuk beramal saleh serta membantu sesama. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, aset warisan berupa uang tunai sering kali habis begitu saja tanpa bekas jika tidak segera dialihkan kembali menjadi bentuk investasi yang produktif. Melalui pengelolaan yang bijaksana, anak tidak hanya menikmati warisan secara materi, tetapi juga berhasil meneruskan legasi kebaikan dari orang tuanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....