Circle Pertemanan: Penentu Arah Iman Anak Muda
- 09 Jun 2026 10:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe – Lingkungan pertemanan atau circle menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan anak muda. Tidak hanya membentuk kebiasaan sehari-hari, pertemanan juga dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, hingga nilai-nilai yang diyakini seseorang. Karena itu, memilih teman yang tepat menjadi langkah penting agar tetap berada dalam lingkungan yang mendukung perkembangan diri ke arah yang lebih baik.
Hal tersebut menjadi topik perbincangan dalam program SPADA (Selamat Pagi Teman Pro2), Selasa (9/6/2026), yang dipandu Dhera melalui Zoom bersama Syahrul Septianda, seorang guru agama. Dalam kesempatan tersebut, Syahrul menjelaskan bahwa masa remaja merupakan periode ketika seseorang sedang membangun karakter dan mencari jati diri. Pada fase ini, pengaruh teman sebaya sering kali sangat kuat karena banyak waktu dihabiskan bersama mereka.
Menurut Syahrul, lingkungan pertemanan yang positif dapat membantu anak muda membangun kebiasaan baik, seperti disiplin belajar, aktif dalam kegiatan sosial, serta menjaga ibadah. Sebaliknya, jika seseorang berada dalam circle yang kurang sehat, ia berpotensi lebih mudah mengikuti kebiasaan yang tidak bermanfaat bahkan menjauhkan dirinya dari nilai-nilai yang selama ini dijaga.
Syahrul juga menekankan bahwa teman yang baik bukanlah mereka yang selalu membenarkan setiap tindakan kita. Sahabat sejati justru berani memberikan masukan, mengingatkan ketika melakukan kesalahan, dan mendukung saat menghadapi kesulitan. Sikap saling mengingatkan dalam kebaikan menjadi salah satu ciri pertemanan yang dapat memperkuat iman dan karakter seseorang.
| Baca juga: Jaga Pelita Iman di tengah Badai Digital |
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, pengaruh pertemanan kini tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari dunia digital. Anak muda perlu lebih bijak dalam memilih siapa yang diikuti, ditonton, dan dijadikan panutan. Tidak semua tren yang ramai diperbincangkan membawa dampak positif, sehingga penting untuk memiliki prinsip yang kuat agar tidak mudah terbawa arus.
Menutup perbincangan, Syahrul Septianda mengajak generasi muda untuk membangun circle yang saling mendukung dalam hal-hal positif. Menurutnya, kualitas pertemanan jauh lebih penting daripada jumlah teman yang dimiliki. Dengan berada di lingkungan yang baik, anak muda tidak hanya dapat menjaga keimanan dan karakter, tetapi juga lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....