Merantau di Malaysia, Maryani Pulang ke Pidie Jaya dalam Balutan Kain Kafan

  • 08 Jun 2026 14:02 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Kabar duka menyelimuti komunitas perantau Aceh di Malaysia. Maryani binti Andid (48), warga Gampong Blang Baro, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia di Pulau Pinang Hospital, Malaysia.

Almarhumah menghembuskan napas terakhir akibat penyakit stroke dan komplikasi yang dideritanya beberapa hari lalu. Kepergian sosok pekerja keras ini meninggalkan kesedihan mendalam, baik bagi keluarga di kampung halaman maupun sesama perantau.

Informasi tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Aceh h Sudirman sapaan Haji Uma, dan ia menyebutkan sebelum berpulang, Maryani bekerja di sebuah restoran di Pulau Pinang. Lebih dari dua dekade atau sekitar 23 tahun hidup di negeri orang dijalaninya demi mencari nafkah dan membantu keluarga.

"Namun takdir berkata lain. Almarhumah kini pulang ke Aceh bukan untuk menikmati masa tua bersama keluarga, melainkan dalam keadaan terbujur kaku."kata Haji Uma.

Lanjutnya, pada saat proses pemulangan jenazah Maryani sempat menghadapi hambatan serius karena almarhumah tidak memiliki dokumen identitas resmi yang lengkap. Satu-satunya dokumen yang dikantongi hanyalah kartu UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees). Kondisi ini membuat administrasi pengeluaran jenazah dari rumah sakit menjadi rumit.

"Namun di tengah kesulitan tersebut, solidaritas sesama anak bangsa menjadi penolong. Berkat pendampingan dan kerja keras Grup Aceh Bersatu (GAB) Malaysia yang diketuai oleh Junaidi R, berbagai kendala birokrasi akhirnya berhasil diselesaikan."jelasnya

Sementara Jenazah Maryani akhirnya tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, pada Sabtu 6 Juni 2026) pagi. Kedatangannya disambut oleh tim Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma. Selanjutnya, jenazah langsung dipulangkan ke Pidie Jaya menggunakan ambulans dengan didampingi oleh tim Haji Uma.

Total biaya pengurusan dan pemulangan jenazah dari Malaysia mencapai RM 5.300 atau sekitar Rp23 juta. Seluruh biaya tersebut ditanggung oleh pemilik restoran tempat almarhumah bekerja, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Maryani selama 23 tahun. Sedangkan biaya kargo bandara serta menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah hingga ke rumah duka ditanggung Haji Uma.

Sementara itu, atas bantuan tersebut, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada GAB Malaysia, pihak majikan, para dermawan, serta Haji Uma yang telah meringankan beban mereka di tengah suasana duka.

Kisah pilu ini menjadi potret nyata perjuangan ribuan perantau Aceh yang menghabiskan masa muda jauh dari kampung halaman demi membahagiakan keluarga. Semoga almarhumah Maryani mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....