Pendanaan PKM 2026 Diraih Tim Unimal Melalui Inovasi Nanosensor Ramah Lingkungan
- 07 Jun 2026 13:57 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Malikussaleh. Sebuah tim gabungan dari Program Studi Teknik Kimia dan Sistem Informasi berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026 melalui penelitian yang menggabungkan teknologi nano, pemanfaatan limbah pertanian, dan sistem digital.
Tim tersebut diketuai oleh Kezia Agustina Br Panjaitan bersama anggota Tinasyah Fitri, Amelia Zahwa Nasution, Alvin Hadafi Albar, dan Rizki Aulia Nanda. Mereka menjadi satu-satunya tim dari Universitas Malikussaleh yang berhasil lolos dalam skema pendanaan PKM tahun ini.
Dalam proposal yang diajukan, tim mengembangkan teknologi pendeteksi pencemaran logam berat pada air pascabanjir dengan memanfaatkan limbah kulit kopi Arabika Gayo atau cascara sebagai bahan baku utama. Limbah tersebut diolah menjadi material nanosensor yang mampu mendeteksi keberadaan ion timbal (Pb²⁺) secara cepat melalui bantuan kamera telepon pintar dan analisis citra digital.
Ketua tim, Kezia Agustina Br Panjaitan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim selama proses penyusunan proposal hingga seleksi nasional.
"Pendanaan yang diperoleh menjadi peluang untuk mewujudkan penelitian yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat" ujar Kezia Agustina Minggu 7 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa selain menghadirkan inovasi di bidang teknologi lingkungan, penelitian tersebut juga berupaya meningkatkan nilai tambah limbah biomassa lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Anggota tim lainnya, Tinasyah Fitri, menilai proses mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan riset dan kerja sama lintas disiplin ilmu. Ia berharap penelitian yang akan dilakukan mampu menghasilkan solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk membantu pemantauan kualitas air.
Kolaborasi antara mahasiswa Teknik Kimia dan Sistem Informasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam penelitian ini. Perpaduan keahlian di bidang material nanosensor dan teknologi digital dinilai mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah yang rentan terdampak banjir.
Dosen pendamping, Raudhatul Ulfa, MT, menyampaikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pendanaan PKM selama dua tahun berturut-turut menunjukkan semakin kuatnya budaya riset di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh.
Ia berharap penelitian tersebut dapat berjalan sesuai rencana, menghasilkan luaran yang bermanfaat, sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Malikussaleh mampu bersaing dalam ajang riset nasional dengan menghadirkan solusi inovatif yang menggabungkan potensi sumber daya lokal dan perkembangan teknologi modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....