Relawan Tanam 300 Pohon di Aceh Tamiang untuk Penghijauan
- 06 Jun 2026 20:43 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Kuala Simpang - Relawan Nusantara bersama berbagai komunitas dan warga setempat melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu 6Juni 2026. Aksi ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam.
Kegiatan tersebut difokuskan di area lahan kosong yang berada di belakang Pesantren Daarul Mukhlisin. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki peran penting sebagai area penyangga lingkungan, bahkan sebelumnya pernah menjadi jalur penahan material kayu saat terjadi banjir besar di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 300 bibit pohon ditanam. Jenis tanaman yang digunakan antara lain mahoni, sukun, dan beringin. Ketiga jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis, seperti membantu penyerapan air ke dalam tanah, menjaga keseimbangan alam, serta mengurangi risiko erosi dan kerusakan lahan.
Aksi penghijauan ini terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak. Selain Relawan Nusantara sebagai penggerak utama, kegiatan ini juga melibatkan komunitas Aceh Tamiang Sekuteris Club (ATSC) Vespa, Komunitas Melangkah Bersama, para santri dari Pesantren Daarul Mukhlisin, serta masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi dalam proses penanaman.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa penanaman pohon ini tidak hanya ditujukan untuk menghijaukan lahan kosong, tetapi juga sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
Ia menambahkan bahwa pohon yang ditanam saat ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk turut menjaga dan merawat lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.
Melalui semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat di Aceh Tamiang. Selain itu, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana dan menjaga kelestarian alam di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....