Cuaca Aceh Kondusif, BMKG Ingatkan Waspada Suhu Panas Menyengat

  • 02 Jun 2026 10:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Cuaca di sejumlah wilayah Aceh, yakni Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Timur, dan Langsa, dilaporkan cerah berawan pada Selasa, 2 Juni 2026. Kondisi cuaca secara umum dinilai cukup kondusif untuk berbagai aktivitas masyarakat, baik di darat maupun di wilayah perairan.

Hal ini disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Ricky Nadiansyah dalam program Info Cuaca Pro Satu RRI Lhokseumawe, edisi 2 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan yang disampaikan BMKG Malikussaleh, suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 26 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 60 hingga 80 persen. Selain itu, tidak terdapat potensi hujan yang signifikan pada periode pengamatan hari ini.

Di sektor kelautan, tinggi gelombang di perairan pesisir diperkirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 0,5 meter. Sementara itu, pada jarak sekitar 20 kilometer dari lepas pantai, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1 meter. Kondisi tersebut dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran dan perikanan.

Sementara itu, kecepatan angin di wilayah daratan tercatat berkisar antara 2 hingga 14 kilometer per jam, sedangkan di wilayah perairan mencapai 4 hingga 16 kilometer per jam. Stabilitas kecepatan angin tersebut turut mendukung kondisi pelayaran yang relatif aman bagi kapal berukuran kecil hingga menengah.

Meski demikian, BMKG mendeteksi adanya satu titik panas (hotspot) di wilayah Aceh Timur. Temuan tersebut menjadi perhatian mengingat cuaca panas menyengat yang bisa mencapi 34 derajat celcius, dan minimnya potensi hujan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi secara signifikan.

“Secara keseluruhan cuaca cukup kondusif, namun masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,”ujar Ricky kepada RRI.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah munculnya titik panas baru yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran besar, selama kondisi musim kemarau masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....