Doula, Pendamping Pra dan Pasca Persalinan

  • 24 Mei 2026 16:52 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam beberapa tahun terakhir, profesi Doula semakin dikenal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kehadiran Doula menjadi bagian penting dalam pendekatan persalinan yang lebih manusiawi, suportif, dan berpusat pada kebutuhan ibu.

Banyak calon orang tua mulai memahami bahwa proses kehamilan dan persalinan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga pengalaman emosional dan psikologis yang sangat besar bagi seorang perempuan. Persalinan sering kali menjadi pengalaman yang penuh tekanan, rasa takut, dan kecemasan.

Di tengah perkembangan layanan kesehatan modern, peran Doula hadir sebagai bentuk dukungan tambahan yang membantu ibu merasa lebih aman, tenang, dan percaya diri selama menghadapi proses melahirkan.

Kehadiran Doula tidak menggantikan dokter ataupun bidan, melainkan melengkapi dukungan yang sudah diberikan oleh tenaga medis.

Kata “Doula” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “perempuan yang melayani”. Dalam konteks modern, Doula merupakan pendamping profesional yang terlatih untuk memberikan dukungan emosional, fisik, dan informasi kepada ibu selama masa kehamilan, persalinan, hingga setelah melahirkan.

Menurut Cleveland Clinic, Doula bukan tenaga medis sehingga tidak melakukan tindakan klinis seperti memeriksa pembukaan, memberikan obat, atau menangani komplikasi persalinan. Justru Profesi ini berkolaborasi berdampingan dengan bidan maupun dokter untuk memberikan dukungan non-medis kepada ibu dan keluarga.

Tugas utama Doula adalah mendampingi ibu agar merasa nyaman dan terdukung selama proses melahirkan berlangsung.

Doula biasanya membantu ibu memahami proses persalinan, menguatkan saat kontraksi, membantu teknik relaksasi dan pernapasan, serta mendampingi keluarga agar lebih siap.

Profesi Doula sendiri memiliki beberapa jenis sesuai kebutuhan pendampingan. Ada birth doula yang mendampingi ibu selama kehamilan dan persalinan, postpartum doula yang membantu keluarga setelah bayi lahir, serta antepartum doula yang memberikan dukungan pada ibu dengan kehamilan berisiko tinggi.

Dukungan yang terus-menerus ini membantu ibu merasa didengar, dipahami, dan tidak menghadapi persalinan sendirian. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keberadaan Doula dapat membantu meningkatkan kualitas pengalaman persalinan.

Selain dukungan emosional, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan selama persalinan juga dapat membantu mengurangi intervensi medis yang tidak diperlukan.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan adanya pendamping pilihan ibu selama proses persalinan sebagai bagian dari pengalaman melahirkan yang positif. Kehadiran Doula dikaitkan dengan meningkatnya rasa percaya diri ibu selama proses persalinan.

Doula juga berperan penting dalam membantu komunikasi antara ibu dan tenaga kesehatan.

Dalam situasi persalinan yang penuh tekanan, tidak semua ibu mampu memahami istilah medis atau menyampaikan keinginannya dengan jelas. Doula membantu memastikan bahwa ibu memahami informasi yang diberikan tenaga medis dan merasa nyaman menyampaikan kebutuhan maupun kekhawatirannya.

Peran Doula juga tidak berhenti setelah bayi lahir. Masa pascamelahirkan merupakan periode yang penuh perubahan fisik dan emosional bagi ibu. Banyak ibu mengalami kelelahan, stres, bahkan gangguan kesehatan mental seperti baby blues atau depresi postpartum.

Kehadiran postpartum doula membantu ibu beradaptasi dengan peran barunya, memberikan dukungan emosional, membantu proses menyusui, dan mendukung pemulihan setelah persalinan. Bagi banyak keluarga, kehadiran Doula juga membantu menciptakan pengalaman melahirkan yang lebih positif dan manusiawi.

Meskipun manfaatnya semakin diakui, profesi Doula masih menghadapi sejumlah tantangan. Banyak masyarakat yang belum memahami secara jelas apa itu Doula dan bagaimana perannya dalam proses persalinan.

Selain itu, di beberapa negara termasuk Indonesia, profesi ini belum memiliki regulasi yang seragam sehingga standar pelatihan dan praktiknya masih beragam. Biaya layanan Doula juga menjadi tantangan tersendiri karena akses terhadap layanan ini masih terbatas pada kalangan tertentu.

Namun demikian, meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengalaman melahirkan yang positif membuat profesi Doula terus berkembang. Semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa dukungan emosional berpengaruh besar terhadap kesejahteraan ibu dan bayi.

Doula menunjukkan bahwa pengalaman melahirkan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga pengalaman emosional yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental ibu dan pengalaman persalinan yang lebih manusiawi, profesi Doula diperkirakan akan semakin dibutuhkan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....