Tgk Mirza Gunawan Jelaskan Syariat Qurban Digital Modern
- 22 Mei 2026 09:35 WIB
- Lhokseumawe
Poin Utama
- Qurban digital dinilai sah sesuai syariat Islam
- Islam fleksibel menghadapi perkembangan zaman
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Perkembangan teknologi digital dinilai membawa kemudahan dalam pelaksanaan ibadah qurban tanpa menghilangkan nilai utama ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Hal tersebut disampaikan Mirza Gunawan kepada RRI Lhokseumawe terkait fenomena qurban digital di era modern.
Dalam pemaparannya, Tgk. H. Ir. Mirza Gunawan menjelaskan bahwa perbedaan utama antara qurban digital dan qurban konvensional sebenarnya bukan pada niat ibadahnya, melainkan hanya pada metode pelaksanaannya.
Menurutnya, qurban konvensional identik dengan suasana memilih hewan langsung di kandang, proses tawar-menawar, hingga kebersamaan masyarakat saat penyembelihan. Sementara qurban digital memanfaatkan teknologi melalui aplikasi dan sistem transfer yang mempermudah masyarakat dalam beribadah.
“Teknologi hanyalah kendaraan zaman, tetapi ketakwaan tetap menjadi tujuan perjalanan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa qurban digital tetap sah secara syariat selama seluruh rukun dan ketentuan ibadah dipenuhi dengan benar, mulai dari niat, kondisi hewan qurban, waktu penyembelihan, hingga tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, Innamal a’malu binniyat, Mirza Gunawan menjelaskan bahwa seluruh amal ibadah sangat bergantung pada niat yang tulus karena Allah SWT.
Selain itu, Ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37 yang menegaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging dan darah hewan qurban, melainkan ketakwaan dari hamba-Nya.
Menurutnya, Islam merupakan agama yang fleksibel dan mampu mengikuti perkembangan zaman selama prinsip-prinsip syariat tetap dijaga dengan baik.
“Jangan takut pada kemajuan zaman, takutlah jika iman tertinggal di belakang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Mirza Gunawan juga mengingatkan pentingnya memilih lembaga qurban yang amanah, transparan, dan memiliki legalitas jelas agar proses penyembelihan serta distribusi daging benar-benar sesuai ketentuan agama.

Saat ini, teknologi dinilai bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperkuat transparansi melalui dokumentasi foto, video, laporan distribusi, hingga siaran langsung proses penyembelihan hewan qurban.
Menurutnya, kemajuan teknologi turut membuka peluang distribusi daging qurban lebih luas hingga menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang jarang menikmati daging qurban.
Selain aktif berdakwah, Mirza Gunawan juga dikenal aktif di berbagai organisasi, di antaranya Sekretaris Umum HUDA Kota Lhokseumawe, Bendahara Tastafi Kota Lhokseumawe, Divisi Humas Pengurus Pusat Tastafi, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Aceh Utara, serta Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Aceh Utara.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Mirza Gunawan turut menyampaikan pesan penuh makna kepada masyarakat agar momentum hari raya dijadikan sarana mempererat silaturahmi dan kembali kepada fitrah.
“Sebulan penuh kita menempa diri menahan lapar dan dahaga. Kini saatnya kembali fitrah. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan hati kita bersih dari dosa,” ungkapnya.
Dengan gaya santai dan penuh humor, ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan saat menikmati hidangan Lebaran.
“Biarpun kolesterol naik, yang penting tali silaturahmi jangan sampai putus,” tutupnya disambut tawa hangat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....