Keutamaan 10 Hari Pertama bulan Dzulhijjah

  • 19 Mei 2026 08:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Umat Islam di Indonesia saat ini tengah memasuki hari-hari awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Hari ini, Selasa 19 Mei 2026, bertepatan dengan 2 Dzulhijjah, sebuah bulan yang memiliki banyak keutamaan dalam ajaran Islam.

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa Hari Raya Idul Adha semakin dekat. Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW: "Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah." (HR. Bukhari).

Selain hadis tersebut, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh." Sebagian ulama menafsirkan “malam yang sepuluh” sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan selama 10 hari pertama Dzulhijjah:

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Puasa sunnah di awal Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, terutama Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. "(HR. Muslim).

2. Memperbanyak Dzikir dan Takbir

Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar. Dzikir dapat dilakukan setelah salat maupun di sela aktivitas sehari-hari sebagai bentuk mengingat Allah SWT.

3. Membaca Al-Qur’an

Momentum Dzulhijjah juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan memahami Al-Qur’an agar hati menjadi lebih tenang dan ibadah semakin berkualitas.

4. Bersedekah dan Membantu Sesama

Amalan sosial seperti bersedekah dan membantu masyarakat yang membutuhkan menjadi bagian penting dari semangat Dzulhijjah. Nilai kepedulian dan kebersamaan biasanya semakin terasa menjelang Iduladha.

5. Menyiapkan dan Melaksanakan Kurban

Bagi yang mampu, ibadah kurban menjadi amalan utama di bulan Dzulhijjah. Kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat solidaritas sosial melalui pembagian daging kepada masyarakat. Bulan Dzulhijjah menjadi pengingat tentang pentingnya keikhlasan dan pengorbanan melalui keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Karena itu, momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai waktu memperbanyak ibadah personal, tetapi juga mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....