BMKG Ingatkan Warga Waspadai Banjir Rob Efek New Moon

  • 18 Mei 2026 10:33 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh Aceh Utara mengimbau masyarakat pesisir untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena New Moon atau bulan baru yang diperkirakan berlangsung pada 15 hingga 22 Mei 2026.

Fenomena tersebut berpotensi memicu kenaikan muka air laut disertai gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah wilayah perairan Aceh bagian utara.

Prakirawan Cuaca BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Hesty Fauziah, mengatakan fenomena bulan baru terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak mendapatkan cahaya Matahari. Kondisi itu menyebabkan air laut mengalami pasang maksimum yang dapat meningkatkan risiko banjir rob di kawasan pesisir.

“Fenomena New Moon ini dapat memicu kenaikan muka air laut hingga mencapai 1,3 meter sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan,” ujar Hesty dalam Program Info Cuaca RRI edisi Senin, 18 Mei 2026.

BMKG memprediksi wilayah pesisir Kecamatan Seunudon dan Samudera Aceh Utara menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak banjir rob. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki topografi yang menjorok ke arah utara sehingga rentan diterjang gelombang pasang ketika terjadi peningkatan muka air laut.

Selain peringatan banjir rob, BMKG juga melaporkan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh seperti Lhokseumawe, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Bener Meriah cenderung berawan sejak pagi hingga sore hari. Potensi hujan itensitas ringan diprediksi akan terjadi di Langsa dan Bener Meriah pada siang menjelang sore nanti.

Adapun suhu udara untuk hari ini diperkirakan berada pada kisaran 27 hingga 30 derajat celsius. Di sektor perairan, kondisi cuaca dilaporkan kurang kondusif karena tinggi gelombang di sekitar 20 kilometer lepas pantai mencapai 0,5 hingga 1,3 meter.

Sementara itu, tinggi gelombang di kawasan pesisir berkisar antara 0,3 hingga 1 meter dengan kecepatan angin di perairan mencapai 10 hingga 23 kilometer per jam. Kondisi ini dianggap cukup berisiko untuk aktifitas pelayaran terutama untuk kapal ukuran kecil hingga sedang.

BMKG juga mencatat kecepatan angin di wilayah daratan berkisar 4 hingga 12 kilometer per jam dengan tingkat kelembapan udara mencapai 67 persen.

Masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di kawasan pesisir, diimbau untuk waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem selama periode fenomena bulan baru berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....