Pentingnya Mitigasi Kebakaran di Kota Lhokseumawe

  • 18 Mei 2026 08:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kasus kebakaran pemukiman warga yang marak terjadi di Kota Lhokseumawe akhir - akhir ini, seperti di kawasan Pardede, Kampung Jawa Lama, Banda Sakti yang mengakibatkan 84 Unit rumah ludes dan 275 Jiwa harus mengungsi, memicu perhatian serius dari berbagai pihak.

Guna mengevaluasi dan menekan angka kerugian material maupun nonmaterial, penataan strategi mitigasi bencana dinilai perlu ditingkatkan. Persoalan ini menjadi bahasan utama dalam program dialog Bincang Pagi yang disiarkan RRI Pro Satu Lhokseumawe, pada Jumat 15 Mei 2026 lalu.

Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Lhokseumawe, Safwan, yang hadir sebagai narasumber, mengakui bahwa kendala geografis kerap membuat petugas kewalahan dalam memotong alur rambatan api secara cepat. Akses jalan yang sempit serta padatnya kawasan pemukiman penduduk dianggap menjadi kendala yang menghambat proses pemadaman api di lapangan.

Ia mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah dapat bekerja sama dalam membuka atau memperlebar akses jalan minimal bagi armada pemadam.

"Kondisi padatnya dan sempitnya lokasi kebakaran, membuat akses untuk masuknya mobil Damkar menjadi sulit. Ini cukup menghambat dan membuat Damkar sedikit terlambat tiba di lokasi, " ungkap Safwan kepada RRI.

Menurut data dari Damkar Lhokseumawe terdapat 4 desa rawan kebakaran di kota Lhokseumawe yaitu Desa Pusong, Kampung Jawa Lama, Kampung Jawa Baru, dan Teumpok Teungoh. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan pihaknya, desa - desa tersebut dikategorikan sebagai zona merah yang sangat rentan terhadap kebakaran di Kota Lhokseumawe.

Di sisi lain, Pengamat lingkungan, Dahlan M. Isa, menegaskan pentingnya keterlibatan aparatur desa atau gampong untuk secara mandiri menginisiasi langkah preventif. Menurutnya, sosialisasi penanganan kedaruratan di tingkat dusun harus dilakukan secara masif dan menyentuh akar rumput.

"Setiap desa kalau bisa ada Apar nya, dan masyarakat teredukasi dengan baik

tentang mitigasi kebakaran, seperti contoh sederhana bagaimana mengantisipasi kebocoran gas rumah tangga," usul Dahlan.

Sementara itu, akademisi sekaligus tokoh masyarakat Lhokseumawe, Yuswardi Mustafa, juga menyoroti kelalaian domestik yang sering menjadi pemantik korsleting listrik maupun ledakan tabung gas.

Bukan hanya menyoroti pihak Damkar yang harus lebih giat melakukan sosialisasi ke desa, Ia menyarankan pemanfaatan media sosial untuk mengedukasi generasi muda mengenai mitigasi kebakaran.

"Mitigasi kebakaran bisa dimulai dari menghindari faktor penyebabnya. Salah satunya Masyarakat jangan sembarangan menginstalasi listrik yang tidak sesuai standar, " tutur Yuswardi.

Yuswardi menemankan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan penggunaan perangkat rumah tangga yang sesuai standar.

Di akhir dialog, para narasumber sepakat bahwa perlu adanya sistem hydrant di Kota Lhokseumawe yaitu instalasi pemadam kebakaran yang dipasang secara permanen berupa jaringan perpipaan berisi air bertekanan tinggi untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat kondisi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....