Pasang Purnama Rusak Belasan Hektar Tanaman dan Rendamkan Pemukiman

  • 16 Mei 2026 20:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Fenomena pasang purnama atau banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kecamatan Samudera, Seunuddon dan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, membawa dampak buruk bagi sektor pertanian setempat.

Pasang purnama yang terjadi sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026). Selain merendam belasan hektar lahan pertanian milik warga, air pasang purnama turut rendamkan pemukiman warga.

Sekretaris Gampong Sawang Kecamatan Samudera, Rusli Hasyim, mengungkapkan bahwa pasca-banjir rob tersebut, kondisi tanaman milik warga dipastikan mati. Padahal, lahan persawahan tersebut sedang produktif dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai komoditas palawija dan hortikultura.

"Pasca-banjir sebelumnya, masyarakat memanfaatkan areal persawahan ini untuk menanam semangka, ubi, dan aneka sayuran. Namun akibat gelombang tinggi, tanaman Semangka yang siap panen, tanaman ubi, dan berbagai jenis sayuran ikut mati, dan masyarakat mengalami kerugian besar," kata Rusli saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurutnya, Jika terjadi pasang besar (bakat besar), warga khawatir luapan air laut akan semakin meluas karena jarak antara pemukiman warga dengan bibir pantai saat ini hanya berkisar sekitar 500 meter.

“Berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi pasang air laut tinggi diprediksi masih akan berlangsung selama sepekan ke depan. Warga berharap pemerintah untuk segera mengambil langkah penanganan yang konkret. “harapnya.

Panglima Laot Seunuddon, Baktiar, menyebutkan akibat sering pasang purnama 136 kepala keluarga (KK) dari 159 KK di Dusun Barat Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon sudah mengungsi ke barak sejak dua pekan lalu, sedangkan sisanya masih bertahan sambil menunggu pembangunan barak selesai.

“Ancaman abrasi kini semakin mengkhawatirkan karena terus meluas ke wilayah lain di pesisir Seunuddon. hingga Sabtu masih terendam air laut dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter, selain desa Lhok Puuk, desa bertetangga mulai terdampak hempasan air laut.”jelasnya.

Sementara Keuchik Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Muhammad menyebutkan selain rumah warga, sawah yang sedang diolah untuk penanaman juga ikut digenangi air laut.

“Kejadian ini sudah berulang kali terjadi karena munculnya muara baru setelah banjir yang belum mendapat penanganan serius, dengan harapan pemerintah daerah maupun pihak terkait segera mengambil langkah penanganan yang konkret.”harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....