HMMH Desak Evaluasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional

  • 14 Mei 2026 19:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Proyek preservasi jalan nasional di wilayah Kota Lhokseumawe kembali menuai kritik dari berbagai kalangan. Kondisi jalan hasil pengerokan aspal yang belum dilakukan pengaspalan ulang secara maksimal dinilai membahayakan pengguna jalan dan memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas dalam beberapa pekan terakhir.

Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Malikussaleh (HMMH Unimal), Muhammad Zaky Hakim, mendesak Direktorat Jenderal Bina Marga untuk segera melakukan evaluasi total terhadap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Ia menilai pengerjaan proyek jalan nasional di kawasan Lhokseumawe berjalan lamban dan tidak memperhatikan aspek keselamatan masyarakat.

Menurut Zaky, banyak titik jalan yang telah dikerok namun belum diaspal kembali sehingga permukaan jalan menjadi tidak rata dan licin, terutama saat malam hari. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya rambu-rambu peringatan, lampu hazard proyek, hingga tanda pengalihan arus di sekitar lokasi pengerjaan.

“Ini bukan hanya persoalan teknis proyek semata, tetapi sudah menyangkut keselamatan publik. Negara melalui instansi teknis wajib memastikan proyek infrastruktur tidak menimbulkan ancaman baru bagi masyarakat,” ujar Zaky dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

HMMH Unimal juga meminta dilakukan audit teknis terhadap pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional tersebut, termasuk pengawasan terhadap kontraktor pelaksana di lapangan. Mereka berharap pengerjaan jalan di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Lhokseumawe dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....