IPSM Aceh Utara Desak Pemerintah Pusat Normalisasi Sungai di Aceh
- 13 Mei 2026 16:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara mendesak Pemerintah Pusat untuk segera melakukan normalisasi sungai di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) di Aceh Khususnya Aceh Utara, yang saat ini sangat memprihatinkan.
Pendangkalan dan penyempitan badan sungai yang meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS)Keureutoe, DAS Jambo Aye, Sungai Peutoe, Sungai Pirak dan sejumlah sungai lainnya, menjadi ancaman nyata bagi warga, terutama saat curah hujan tinggi melanda.
Ketua IPSM) Aceh Utara, Mukhtaruddin mengungkapkan bahwa normalisasi sungai seharusnya dilakukan secara berkala. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak aliran sungai yang tidak tersentuh perbaikan selama puluhan tahun hingga mengalami penyempitan dan pendangkalan hebat.
“Kondisi sungai-sungai yang berada di bawah kewenangan pusat tersebut umumnya sudah sangat dangkal, jika hujan mengguyur selama beberapa hari, air akan dengan sangat cepat meluap ke pemukiman warga, karena daya tampung sungai yang mengecil.”kata Mukhtaruddin, Rabu, 13 Mei 2026.
Mukhtaruddin, menambahkan berdasarkan hasil pemantauan dan analisis timnya di lapangan sejak banjir besar akhir November 2025 lalu, terlihat adanya kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah di sektor pengairan, diantaranya normalisasi beberapa sungai yang ada di seluruh wilayah Aceh yang masuk dalam kewenangan pemerintah pusat.
"Pelaksanaan kegiatan normalisasi teringat kami sudah puluhan tahun tidak pernah dilakukan. Kami sangat mengharapkan pemerintah pusat untuk sesegera mungkin menormalisasi sungai yang menjadi kewenangannya pemerintah pusat,"pintanya
Menurutnya, Jika kondisi ini terus diabaikan sangat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat atau melumpuhkan ekonomi warga , karena banjir tahunan ini tidak hanya melumpuhkan ekonomi, juga merusak infrastruktur yang menimbulkan kerugian mencapai puluhan triliun rupiah.
“Sangat wajar jika pada akhirnya Aceh masih masuk dalam kategori daerah termiskin di Sumatera, karena aset dan ekonomi masyarakat terus-menerus tergerus oleh bencana banjir yang sebenarnya bisa diminimalisir dengan normalisasi sungai,”pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....