Penyandang Disabilitas di Aceh Utara Terima Alat Bantu Pascabencana

  • 08 Mei 2026 17:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan CBM Global Disability Inclusion dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) kembali menyalurkan bantuan alat bantu bagi 101 penyandang disabilitas di Desa Glumpang Samlakoe, Kabupaten Aceh Utara, Kamis, 7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Utara sejak Desember 2025. Penyaluran alat bantu dilakukan sebagai upaya mendukung proses pemulihan penyandang disabilitas agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, aman, dan bermartabat setelah terdampak bencana. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Sebanyak 101 penyandang disabilitas menerima berbagai alat bantu seperti kursi roda, tongkat adaptif, alat bantu jalan, alat bantu dengar, kacamata, serta perangkat pendukung mobilitas lainnya. Selain distribusi alat bantu, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai cara penggunaan, pemasangan, hingga perawatan alat bantu agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Glumpang Samlakoe itu turut melibatkan unsur pemerintah daerah, perangkat desa, relawan kemanusiaan, organisasi penyandang disabilitas, serta masyarakat setempat. Suasana haru tampak terlihat saat para penerima manfaat menerima alat bantu yang selama ini mereka butuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Mewakili Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Utara, Mulyadi menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam memastikan respons bencana berjalan inklusif dan menjangkau kelompok rentan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, CBM Global, dan YEU menjadi langkah penting dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara pemerintah daerah, CBM-G, dan YEU dalam mendukung masyarakat terdampak bencana, khususnya penyandang Disabilitas pendekatan inklusif seperti ini sangat penting agar proses pemulihan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Bagian Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara, Mansur, S.E., menegaskan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas harus menjadi bagian utama dalam setiap program penanganan bencana dan pemulihan sosial.

Ia berharap melalui dukungan alat bantu dan bantuan sosial tersebut, penyandang disabilitas di Aceh Utara dapat kembali mandiri dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik setelah terdampak bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....