Transformasi Bidan Lhokseumawe: Dari Edukasi Digital hingga Etika

  • 06 Mei 2026 22:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Profesi bidan kini dituntut untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan kode etik profesi yang ketat. Dalam dialog interaktif "Lhokseumawe Pagi Ini" di frekuensi 89,3 Mhz RRI Pro 1 Lhokseumawe, Rabu 6 Mei 2026, terungkap bahwa pendidikan kebidanan saat ini telah mengintegrasikan kurikulum "entrepreneurship" dan literasi digital. Hal ini bertujuan agar para bidan baru tidak hanya bergantung pada status pegawai negeri, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja mandiri melalui layanan inovatif seperti pijat bayi dan perawatan pascanifas bagi ibu modern.

Nurse Yusrawati, S.Kep, M.Kes, selaku pengamat kesehatan dan akademisi, menekankan bahwa di tengah kemudahan penyebaran informasi melalui media sosial, bidan wajib menjaga kerahasiaan pasien. Ia menegaskan bahwa "mulut tenaga kesehatan tidak boleh bocor" terhadap aib atau kondisi medis pasien, terutama dalam situasi darurat atau persalinan. Transformasi digital dalam bentuk penyuluhan melalui poster dan konten edukasi di internet harus tetap berpijak pada standar etika profesi yang menjunjung tinggi kehormatan pasien.

Dari sisi praktisi, Ketua IBI Lhokseumawe, Bd. Nyanyak Meutia, S.Tr.Keb, mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi bahwa periksa ke bidan adalah hal yang kuno. Ia memperkenalkan keunggulan "Buku Pink" (Buku KIA) yang menjadi instrumen deteksi dini paling akurat dan praktis bagi ibu hamil, yang seringkali tidak didapatkan secara mendalam saat pemeriksaan di dokter praktik. Bidan diposisikan sebagai sahabat keluarga terdekat yang siap memberikan konseling 24 jam dan pendampingan psikologis yang lebih personal bagi ibu-ibu muda.

Sinergi antara dunia pendidikan yang memproduksi tenaga kesehatan kompeten dan organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menjadi kunci kekuatan layanan di Lhokseumawe. Penekanan pada deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan menjadi prioritas utama untuk mencetak generasi yang lebih sehat. Dengan penguatan literasi digital dan penjagaan etika yang kuat, bidan diharapkan tetap menjadi pilar kepercayaan masyarakat dalam menjaga kualitas hidup ibu dan anak di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....