Kombinasi IF, Tabata, dan Jogging Efektif Turunkan Berat Badan
- 30 Apr 2026 13:38 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kombinasi pola makan Intermittent Fasting (IF) dengan latihan intensitas tinggi seperti Tabata training serta aktivitas kardio berupa jogging dinilai efektif dalam menurunkan berat badan secara signifikan dalam waktu relatif singkat. Metode ini mengandalkan pengaturan waktu makan yang ketat, yakni hanya dalam rentang 3 hingga 5 jam per hari, yang dipadukan dengan latihan fisik untuk menciptakan defisit kalori secara konsisten.
Dalam praktiknya, program ini mampu menghasilkan pembakaran energi harian hingga 700–1.200 kalori, tergantung pada intensitas latihan serta pola makan yang diterapkan. Latihan Tabata selama 20 hingga 30 menit diketahui dapat membakar sekitar 400 hingga 600 kalori, sementara jogging selama 30 hingga 45 menit dapat membakar tambahan 250 hingga 400 kalori. Kombinasi keduanya memberikan efek sinergis, di mana latihan intensitas tinggi meningkatkan metabolisme secara cepat, sementara jogging membantu menjaga pembakaran lemak secara stabil dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Efektivitas metode ini juga didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, kombinasi Intermittent Fasting dengan latihan intensitas tinggi (HIIT) terbukti mampu menurunkan massa lemak tubuh sekaligus meningkatkan kebugaran kardiovaskular secara signifikan. Selain itu, menurut American College of Sports Medicine, latihan HIIT seperti Tabata dapat meningkatkan pembakaran kalori bahkan setelah sesi latihan selesai melalui fenomena excess post-exercise oxygen consumption (EPOC) atau efek afterburn, yang membuat tubuh tetap membakar energi dalam beberapa waktu setelah berolahraga.
Penelitian lain dalam Journal of Sport and Exercise Science juga menunjukkan bahwa penerapan IF yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik seperti jogging atau jalan cepat memberikan penurunan signifikan pada berat badan, indeks massa tubuh (BMI), serta lemak visceral. Sementara itu, ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Nutrition Reviews menyebutkan bahwa Intermittent Fasting efektif dalam mengurangi asupan kalori harian, yang merupakan faktor utama dalam proses penurunan berat badan, meskipun hasil optimal tetap bergantung pada konsistensi individu dalam menjaga pola makan.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa metode ini tergolong intens dan memerlukan adaptasi, terutama pada minggu pertama. Beberapa efek awal yang umum dirasakan antara lain rasa lapar berlebih, kelelahan, hingga penurunan energi. Oleh karena itu, asupan cairan yang cukup, konsumsi makanan tinggi protein saat waktu makan, serta istirahat yang memadai menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan tubuh selama menjalani program ini.
Dengan penerapan yang disiplin dan terukur, kombinasi Intermittent Fasting, Tabata, dan jogging tidak hanya membantu menurunkan berat badan secara cepat, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kebugaran dan kesehatan metabolik secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....