BEM Unimal Laksanakan Trauma Healing Pasca Bencana Banjir di SMPN 17 Lhokseumawe
- 26 Apr 2026 16:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan trauma healing sekaligus pengabdian masyarakat di SMP Negeri 17 Lhokseumawe. Kegiatan ini bertujuan membangun ketahanan mental siswa pasca-bencana banjir yang melanda wilayah Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, serta menumbuhkan kesadaran nilai lingkungan hidup di tengah daerah yang rawan banjir.
Acara menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai perguruan tinggi. Reihan, mahasiswa Universitas Andalas (Unand), mengisi materi tentang manajemen kepemimpinan. Nadya, mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU), menyampaikan materi “Kenapa Harus Sekolah?”. Sementara itu, Soraya selaku Sekretaris Bidang Pendidikan dan Kebudayaan BEM Unimal membawakan materi “Kiat Menentukan Perguruan Tinggi”, dan Imam Wahyudi, Kepala Bidang Lingkungan Hidup BEM Unimal, menyampaikan materi “Menjaga Lingkungan Dimulai dari Kita”.
Ketua BEM Unimal, Muhammad Ilal Sinaga, kepada RRI Sabtu, 25 April 2026 mengatakan bahwa kegiatan ini mengusung konsep pengabdian ke sekolah sebagai sarana pendidikan agar siswa siap menghadapi segala tantangan, terutama di daerah rawan bencana seperti Ujong Pacu.
“Kegiatan ini mengusung konsep pengabdian ke Sekolah sebagai sarana pendidikan agar siswa siap menghadapi segala tantangan apapun. Terutama di daerah Ujong Pacu yang rawan bencana banjir. Kami berharap kedatangan kami bersama teman-teman dari Unand dan USU diterima dengan baik,” ujar Muhammad Ilal Sinaga.
Kepala SMPN 17 Lhokseumawe, Zainul Fuad Siregar, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, inisiatif dari adik-adik BEM Unimal ini dapat mendorong siswa untuk tetap semangat bersekolah dan melanjutkan cita-cita meski sempat dilanda ujian berat pasca-banjir beberapa waktu lalu.
“Kami tentunya menyambut baik kegiatan adik-adik BEM Unimal di Sekolah kami. Ini mendorong siswa agar tetap semangat ke sekolah dan melanjutkan cita-citanya walaupun dilanda ujian berat beberapa waktu lalu,” kata Zainul Fuad Siregar.
Kegiatan trauma healing ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca-banjir besar yang sempat merendam wilayah Lhokseumawe, termasuk fasilitas SMPN 17 di Gampong Ujong Pacu. Dengan pendekatan edukasi dan motivasi, diharapkan siswa tidak hanya pulih secara emosional, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....