Mengenal Makna Qurban Sebagai Bentuk Ekspresi Ketakwaan Sejati

  • 19 Apr 2026 19:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ibadah qurban yang kita laksanakan setiap tahunnya bukan sekadar rutinitas menyembelih hewan ternak, melainkan sebuah refleksi spiritual yang mendalam. Dalam sebuah kajian spesial di Pro1 RRI Lhokseumawe pada acara Tausiyah sore hari ini Minggu, 19 April 2026, Ustadz Saifuddin, LC., MH. menekankan bahwa qurban adalah simbol ketundukan total seorang hamba. Beliau menjelaskan bahwa esensi utama dari ibadah ini adalah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan segalanya demi memenuhi perintah Allah SWT.

Lebih lanjut, Ustadz Saifuddin, LC., MH. memaparkan bahwa nilai sebuah qurban tidak diukur dari kemewahan hewan yang disembelih, melainkan dari ketulusan niat pelakunya. Di era modern ini, ekspresi ketakwaan melalui qurban menuntut kita untuk mampu menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri, seperti keserakahan dan kesombongan. Tanpa adanya landasan iman yang kuat, ibadah ini hanya akan menjadi seremonial belaka tanpa memberikan dampak transformasi bagi jiwa sang pequrban.

Pada kesempatan sore ini, beliau juga menggarisbawahi pentingnya dimensi sosial yang terkandung dalam setiap tetesan darah hewan qurban. Dengan membagikan daging kepada mereka yang membutuhkan, umat Muslim sedang mempraktikkan kesalehan sosial yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ketakwaan. Hal ini sejalan dengan pesan Ustadz Saifuddin, LC., MH. bahwa ketakwaan yang sempurna adalah yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah.

Sebagai penutup, ajakan untuk berqurban tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki kualitas diri di hadapan Sang Khalik. Ustadz Saifuddin, LC., MH. mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menunda-nunda kesempatan berbuat baik ini selagi memiliki kemampuan secara finansial. Mari kita jadikan qurban kali ini sebagai bukti nyata bahwa cinta kita kepada Allah melampaui kecintaan terhadap harta benda, sehingga gelar hamba yang bertaqwa dapat benar-benar kita raih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....