Dakwah Kekinian di Platform Media Sosial
- 14 Apr 2026 20:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebagai 'pemilik dan penikmat' keberadaan Media Sosial, tentu kita memahami pula perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara penyampaian dakwah.Kini, dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar masjid atau majelis taklim, tetapi telah merambah ke berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Para dai memanfaatkan konten video singkat, live streaming, hingga podcast untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang aktif di dunia digital.
Dalam live program Spada - Selamat Pagi Teman Pro 2, Selasa jam delapan pagi, di pandu Eghi Poetra sebagai penyiar pagi, fenomena dakwah kekinian ini diangkat menjadi materi on air untuk memberikan pandangan serta berbagai manfaat positif. Dimana selain memudahkan akses terhadap ilmu agama, media sosial juga memungkinkan penyampaian pesan secara lebih kreatif dan menarik.
Materi dakwah yang dikemas secara ringan, visual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari membuat pesan lebih mudah dipahami dan diterima. Bahkan, banyak pengguna yang mengaku lebih termotivasi untuk memperbaiki diri setelah rutin mengonsumsi konten dakwah di media sosial.
Namun demikian, muncul pula kritik terhadap tren ini. Sebagian pihak menilai bahwa tidak sedikit konten dakwah di media sosial yang cenderung mengedepankan sensasi demi menarik perhatian. Judul yang provokatif, potongan ceramah yang dipelintir, hingga gaya penyampaian yang berlebihan dinilai dapat mengurangi esensi dakwah itu sendiri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tujuan utama dakwah, yaitu menyampaikan kebenaran, bisa tergeser oleh keinginan untuk viral.
Menanggapi hal tersebut, penting bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan menyaring konten yang dikonsumsi. Di sisi lain, para pendakwah juga diharapkan tetap menjaga integritas dan kualitas pesan yang disampaikan. Dakwah di media sosial sejatinya merupakan peluang besar untuk menyebarkan kebaikan, asalkan dilakukan dengan niat yang tulus dan cara yang bijak, bukan sekadar mengejar popularitas semata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....