Vape Jadi Tren Gen Z, Ini Fakta yang Perlu Diketahui

  • 12 Apr 2026 11:42 WIB
  •  Lhokseumawe

rri.co.id, Jakarta — Fenomena meningkatnya penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, menjadi perhatian berbagai pihak. Selain faktor gaya hidup, kemudahan akses dan persepsi yang lebih “aman” dibanding rokok konvensional turut mendorong tren ini.

Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), popularitas vape di kalangan anak muda juga perlu diwaspadai karena berpotensi disalahgunakan sebagai media konsumsi zat terlarang. Hal ini menjadi salah satu alasan BNN mengusulkan pelarangan vape di Indonesia.

Sejumlah penelitian menjelaskan alasan di balik tingginya minat Gen Z terhadap vape. Studi dalam jurnal Tobacco Control menyebutkan bahwa faktor utama meliputi rasa yang beragam, desain perangkat yang modern, serta pengaruh media sosial yang membentuk citra vape sebagai bagian dari gaya hidup kekinian.

Selain itu, penelitian dalam jurnal Addictive Behaviors menunjukkan bahwa persepsi risiko yang lebih rendah dibanding rokok konvensional membuat banyak remaja merasa vape lebih aman, meskipun bukti ilmiah menunjukkan tetap adanya dampak kesehatan.

Faktor sosial juga berperan besar. Dalam kajian Journal of Adolescent Health, penggunaan vape di kalangan remaja sering dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, di mana perilaku tersebut menjadi simbol penerimaan sosial atau identitas kelompok.

Namun di balik tren tersebut, World Health Organization mengingatkan bahwa rokok elektronik tetap mengandung zat adiktif dan berpotensi memicu ketergantungan, serta menjadi pintu masuk terhadap penggunaan produk tembakau atau zat lain.

Dengan meningkatnya popularitas vape di kalangan Gen Z, para ahli menekankan pentingnya edukasi dan pengawasan agar tren ini tidak berkembang menjadi risiko kesehatan dan sosial yang lebih luas di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....