Sawit Jadi Bensin, Inovasi ITS Tembus Isu Energi Global

  • 11 Apr 2026 11:19 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Surabaya - Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengembangkan bahan bakar alternatif berupa bensin yang berasal dari minyak kelapa sawit. Inovasi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadapi krisis energi global yang masih berlangsung.

Informasi ini turut disorot oleh akun media sosial Folkative yang menyebutkan bahwa riset tersebut dipimpin oleh Dr. Eng. Hosta Ardhyananta. Dalam unggahannya, dijelaskan bahwa bensin dari sawit ini dihasilkan melalui proses catalytic cracking, yakni metode pemecahan molekul hidrokarbon berantai panjang menjadi lebih pendek dengan bantuan katalis.

Secara ilmiah, teknologi ini telah banyak diteliti. Mengutip dari jurnal Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia (JKPK), proses catalytic cracking pada minyak sawit mampu menghasilkan fraksi bahan bakar seperti bensin dengan kandungan hidrokarbon yang menyerupai bahan bakar fosil. Dalam penelitian tersebut, konversi minyak sawit ke fraksi gasoline bahkan dapat mencapai tingkat yang tinggi tergantung jenis katalis dan kondisi reaksi.

Selain itu, penelitian lain mengutip dari publikasi ilmiah di bidang teknik kimia menyebutkan bahwa penggunaan katalis seperti silika-alumina dan HZSM-5 efektif dalam meningkatkan yield bahan bakar cair dari minyak sawit, termasuk fraksi bensin, kerosin, dan diesel.

Kajian akademik lain juga menegaskan bahwa minyak nabati, termasuk sawit, dapat dikonversi menjadi biofuel berbasis hidrokarbon melalui proses katalitik, sehingga memiliki karakteristik yang mendekati bahan bakar minyak konvensional.

Dari sisi lingkungan, bahan bakar berbasis sawit dinilai lebih ramah karena menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Selain itu, produk sampingan dari proses tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi lain, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan.

Pengembangan ini sejalan dengan tren global dalam transisi energi. International Energy Agency mencatat bahwa biofuel menjadi salah satu solusi penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi sekaligus menekan emisi karbon.

Sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi alternatif berbasis sawit. Namun demikian, implementasi inovasi ini masih menghadapi tantangan, mulai dari skala produksi industri, efisiensi biaya, hingga isu keberlanjutan lingkungan.

Dengan adanya inovasi ini, ITS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pengembangan bahan bakar ramah lingkungan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....