Relevansi Hadist Ahmad bin Hanbal dalam Kehidupan Sosial
- 31 Mar 2026 18:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam siaran Tausiah Sore edisi Selasa, 31 Maret 2026, Pro 1 RRI Lhokseumawe menghadirkan Ustadz Muhadar, S.Th. sebagai narasumber utama. Fokus bahasan kali ini membedah hadis riwayat Ahmad bin Hanbal mengenai pentingnya tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Ustadz Muhadar menekankan bahwa wajah ceria saat bertemu saudara bukan sekadar etika sosial, melainkan manifestasi iman yang memiliki landasan hukum kuat dalam ajaran Islam.
Beliau memaparkan lima pilar tarbiyah (pendidikan) yang terkandung dalam hadis tersebut. Pertama adalah pendidikan ikhlas, di mana seseorang beramal tanpa memandang besar kecilnya objek. Selanjutnya adalah pendidikan optimisme, konsistensi dalam amal, serta penguatan akhlak sosial. Poin terpenting adalah pendidikan untuk tidak meremehkan peluang pahala, karena setiap detik kehidupan menawarkan kesempatan bagi seorang Muslim untuk menabung investasi akhirat.
Dalam implementasi praktis, Ustadz Muhadar memberikan instruksi nyata yang mudah diterapkan di lingkungan Lhokseumawe dan sekitarnya. Contohnya adalah membudayakan salam terlebih dahulu, memberikan tempat duduk di angkutan umum atau ruang publik, hingga membantu mengangkat barang ringan milik orang lain. Tindakan-tindakan ini disebut sebagai "amal besar di sisi Allah" meskipun secara fisik terlihat sederhana dan sering kali terabaikan dalam rutinitas harian.
Sebagai penutup tausiah jelang adzan Maghrib tersebut, narasumber mengajak pendengar untuk mengubah paradigma dalam beramal. Beliau berpesan agar masyarakat tidak terjebak dalam penantian "momen besar" untuk berbuat baik. Prinsip utamanya adalah memulai dari hal terkecil yang konsisten, sebab bisa jadi satu senyuman tulus atau satu bantuan ringan itulah yang justru menjadi penentu keselamatan seorang hamba di pengadilan akhirat kelak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....