Bulu Kucing Rontok Padahal di Rawat, Ini Penjelasannya

  • 28 Mar 2026 09:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe– Fenomena bulu kucing rontok seringkali membuat pemilik hewan peliharaan merasa khawatir, apalagi jika perawatan rutin sudah dilakukan di klinik hewan. Banyak yang mengira perawatan seperti grooming, vitamin, hingga pemeriksaan kesehatan sudah cukup untuk menjaga kondisi bulu tetap sehat. Namun faktanya, kerontokan bulu pada kucing bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang tidak selalu terlihat secara langsung.

Dokter hewan di salah satu klinik petshop Lhokseumawe, dr. Lailaturrahmi, menjelaskan bahwa kerontokan bulu pada kucing merupakan hal yang cukup umum terjadi. “Ada kondisi normal yang disebut shedding, yaitu proses alami pergantian bulu. Biasanya terjadi saat perubahan cuaca atau suhu lingkungan,” ujarnya. Meski terlihat banyak, kerontokan ini tidak selalu menandakan adanya penyakit.

Namun, jika bulu rontok terjadi secara berlebihan hingga terlihat kebotakan di beberapa area, hal ini perlu diwaspadai. Menurut dr. Rahmi, salah satu penyebab utama adalah masalah kulit seperti jamur, kutu, atau alergi. “Kucing bisa saja sudah dirawat, tetapi jika lingkungan tempat tinggalnya kurang bersih atau masih ada parasit, maka masalahnya bisa terus berulang,” jelasnya.

Selain itu, faktor nutrisi juga berperan penting dalam kesehatan bulu kucing. Asupan makanan yang kurang seimbang, terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu, dapat menyebabkan bulu menjadi rapuh dan mudah rontok. “Perawatan luar saja tidak cukup, perlu didukung dengan pola makan yang tepat agar bulu tetap sehat dan kuat,” tambahnya.

Stres juga menjadi faktor yang sering tidak disadari oleh pemilik kucing. Perubahan lingkungan, kehadiran hewan baru, atau bahkan kurangnya perhatian dapat membuat kucing mengalami stres yang berujung pada kerontokan bulu. Dalam beberapa kasus, kucing bahkan bisa menjilat tubuhnya secara berlebihan hingga menyebabkan iritasi dan kerontokan.

dr. Rahmi menyarankan agar pemilik kucing tidak hanya fokus pada perawatan di klinik, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan, kualitas makanan, serta kondisi emosional hewan peliharaan. Jika kerontokan terus berlanjut, sebaiknya segera konsultasi kembali ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan penanganan yang tepat, kesehatan bulu kucing bisa kembali optimal dan terhindar dari masalah yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....