Adab dan Etika Bertamu saat Lebaran
- 19 Mar 2026 11:04 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Sebentar lagi bakal lebaran nih. Tentulah momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi waktu yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam untuk saling bersilaturahmi. Tradisi saling mengunjungi atau bertamu ke rumah kerabat, tetangga, dan sahabat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan ini. Namun, di balik kebiasaan tersebut, terdapat etika bertamu yang perlu diperhatikan agar silaturahmi tetap membawa keberkahan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi tuan rumah.
Ustadz Nuruzzahri dari Dayah An Nahla Kota Lhokseumawe menjelaskan dalam live program Haba Puasa Aneuk Muda Pro 2 di 95, 2 RRI Pro 2 FM Lhokseumawe, Rabu 18 Maret 2026, jam 17.00-18.00, dalam ajaran Islam, etika bertamu telah diatur dengan sangat jelas, salah satunya melalui firman Allah dalam Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 27: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” Ayat ini menegaskan pentingnya adab meminta izin dan mengucapkan salam sebelum masuk ke rumah orang lain. Hal ini mencerminkan penghormatan terhadap privasi dan kenyamanan tuan rumah.
Ustadz Nuruz juga menambahkan, selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan tuntunan melalui hadisnya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” Hadis ini tidak hanya menekankan kewajiban tuan rumah, tetapi juga secara tidak langsung mengajarkan tamu untuk menjaga sikap, seperti tidak berlama-lama tanpa keperluan, menjaga ucapan, serta menghormati kondisi tuan rumah. Etika seperti berpakaian sopan, tidak berisik, serta tidak membebani tuan rumah juga menjadi bagian penting dalam bertamu.
Semoga dengan menerapkan etika bertamu yang sesuai ajaran Islam, suasana Lebaran akan terasa lebih hangat dan penuh makna. Silaturahmi yang terjalin bukan hanya sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah dan meningkatkan nilai ibadah. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan mengamalkan adab bertamu agar tradisi Lebaran tetap selaras dengan nilai-nilai agama dan budaya yang luhur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....