Pulihkan Trauma Anak Pascabanjir, Mahasiswa KPM UIN SUNA Gelar "Taman Ceria"
- 16 Mar 2026 12:22 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik Kebencanaan Kelompok 12 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk "Taman Ceria". Acara ini digelar di Kantor Geuchik Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Langkahan, Kab. Aceh Utara beberapa waktu lalu.
Kegiatan "Taman Ceria" diinisiasi sebagai wadah ekspresi sekaligus upaya pemulihan trauma (trauma healing) bagi anak-anak di lingkungan Desa Pante Gaki Bale setelah terdampak bencana banjir akhir 2025 lalu. Melalui program ini, mahasiswa KPM berupaya menghadirkan suasana bermain sambil belajar yang menyenangkan guna mengembalikan senyum anak-anak korban bencana.
Berdasarkan laporan kegiatan KPM yang diterima RRI Senin 16 Maret 2026, tercatat sebanyak 18 anak dari Desa Pante Gaki Bale turut serta dalam kegiatan ini. Mayoritas peserta merupakan siswa sekolah dasar (SD), beserta satu orang anak yang masih berusia di bawah lima tahun (balita).
Acara yang dipandu oleh Maisarah ini diawali dengan pembacaan doa belajar secara bersama-sama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak dini.
Setelah berdoa, kegiatan dilanjutkan dengan permainan membuat kolase untuk melatih motorik, kreativitas, dan keterampilan peserta. Anak-anak dibagi ke dalam empat kelompok kecil berisi empat hingga lima orang, di mana masing-masing kelompok didampingi oleh satu orang mentor dari mahasiswa KPM.

Para peserta tampak antusias menghias dua motif kolase menggunakan berbagai media tempel yang telah disediakan, seperti biji kacang hijau, sagu mutiara, dan potongan kertas warna-warni. Meski hasil karya kolase dinilai untuk menentukan juara, panitia tetap membagikan hadiah kepada seluruh anak yang hadir agar semangat dan keceriaan mereka tetap terjaga.
Usai sesi pembagian hadiah, mahasiswa KPM mengajak anak-anak untuk menonton bersama serial kartun animasi Islami, Nussa dan Rara.
"Kartun ini sengaja dipilih karena alur ceritanya yang ringan dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kami berharap mereka dapat mencontoh pesan moral di dalamnya, seperti perilaku saling membantu, patuh kepada orang tua, serta saling menghargai antarsesama," jelas perwakilan panitia.
Raut wajah bahagia dan tingkah laku ceria terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Kanasya, salah satu peserta "Taman Ceria", mengungkapkan rasa senangnya bisa berpartisipasi dalam acara tersebut.
"Kak, seru kali main kolase-kolase ini. Besok kita belajar lagi, ya, Kak. Mau belajar terus bareng Kakak," ungkap Kanasya dengan penuh antusias.
Kehadiran program "Taman Ceria" ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi juga membawa dampak positif bagi psikologis anak-anak Desa Pante Gaki Bale pascabencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....