Waspadai Hujan dan Gelombang Tinggi Bagi Nelayan Tradisional

  • 15 Mar 2026 17:26 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh melaporkan kondisi cuaca untuk wilayah Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, hingga Bireuen didominasi oleh cuaca berawan hingga berawan tebal pada Minggu 15 Maret 2026. Prakirawan BMKG, Hesti Fauziah, dalam siaran Pro 1 RRI Lhokseumawe pukul 16.00 WIB menyebutkan bahwa suhu udara saat ini berada di angka 29 derajat Celsius dan diprediksi akan menurun hingga 26 derajat Celsius pada malam hari. Meskipun cuaca terasa cukup panas di berbagai wilayah, pantauan satelit menunjukkan tidak adanya titik panas (hotspot) di area tersebut, kecuali di wilayah Aceh Besar dan Aceh Tenggara.

Pihak BMKG juga menyoroti adanya pertumbuhan awan konvektif yang terpantau di wilayah Aceh Utara. Kondisi ini membawa potensi hujan ringan akibat adanya bibit-bibit awan yang mulai terbentuk, meski belum menunjukkan pembesaran yang signifikan. Hesti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan turunnya hujan, mengingat kelembapan udara sepanjang hari ini terpantau cukup tinggi di angka 82%. Selain itu, angin dilaporkan bertiup dari arah barat dengan kecepatan maksimal berkisar antara 8 hingga 14 km/jam.

Terkait kondisi perairan, tinggi gelombang di pesisir pantai saat ini mencapai 0,2 hingga 1 meter, sementara di wilayah 20 kilometer lepas pantai berkisar antara 0,4 hingga 1,2 meter. Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi para nelayan yang menggunakan kapal tradisional atau kapal berukuran kecil. BMKG menegaskan bahwa situasi di laut saat ini kurang kondusif untuk aktivitas pelayaran kecil, sehingga para nelayan diminta untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum memutuskan untuk berangkat melaut.

Sebagai langkah antisipasi, Hesti Fauziah mengingatkan para nelayan yang sudah berada di tengah laut untuk segera kembali ke daratan jika melihat perubahan cuaca yang ekstrem secara tiba-tiba. Fenomena angin kencang di tengah laut harus diwaspadai agar tidak menimbulkan kecelakaan laut. Masyarakat di wilayah pesisir diharapkan terus memantau informasi terkini dari BMKG demi keselamatan bersama selama beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....