Merindu Lailatul Qadar: antara Lisan dan Pembuktian

  • 11 Mar 2026 17:18 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Dalam siaran dialog Ramadan di Pro 1 RRI Lhokseumawe, Rabu 11 Maret 2026, Ustadz Fajri Syahbuddin, M.Ag., mengajak pendengar merefleksikan kembali kesungguhan ibadah di fase akhir bulan suci. Memasuki malam ke-21 Ramadan 1447 H, beliau mengangkat tema provokatif namun mendalam: " Benarkah Kau Rindu LailatulQadar ? Mana Buktinya?".

Ustadz Fajri menekankan bahwa kerinduan terhadap malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada tataran retorika atau doa semata. Lailatul Qadar bukanlah hadiah yang datang secara kebetulan, melainkan kemuliaan yang dijemput dengan kesiapan spiritual yang matang.

Bukti nyata dari kerinduan tersebut, menurut Ustadz Fajri, tercermin dari peningkatan intensitas ibadah dan perubahan perilaku di sepuluh malam terakhir. Jika seseorang benar-benar merindukan Lailatul Qadar, maka seharusnya ia menunjukkan grafik ketaatan yang menanjak, bukan justru melandai karena sibuk dengan persiapan duniawi menjelang Idul Fitri.

Dialog ini mengingatkan warga Lhokseumawe dan sekitarnya bahwa bukti cinta kepada malam mulia itu terletak pada sujud yang lebih panjang, tilawah yang lebih dalam, serta konsistensi dalam menjauhi kemaksiatan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang mengencangkan ikat pinggangnya saat memasuki fase krusial ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....