Plan Indonesia Dorong Perlindungan Anak Pascabencana di Aceh

  • 11 Mar 2026 00:01 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspek psikososial serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Kelompok tersebut meliputi anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang kerap menghadapi dampak sosial dan emosional lebih berat setelah bencana.

Isu tersebut menjadi pembahasan utama dalam program dialog Pengarusutamaan Gender yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Lhokseumawe pada Senin, 9 Maret 2026. Program yang dipandu oleh host Nanda itu menghadirkan Erlina Dangu, Team Leader Plan Indonesia, sebagai narasumber yang membahas strategi perlindungan kelompok rentan pascabencana.

Dalam dialog tersebut, Erlina menjelaskan bahwa perempuan dan anak sering menjadi kelompok paling terdampak ketika bencana terjadi. Selain mengalami kerugian secara fisik dan ekonomi, mereka juga menghadapi tekanan psikologis yang memerlukan pendampingan khusus.

“Perempuan dan anak-anak bukan sekadar objek dalam penanggulangan bencana, melainkan subjek yang memiliki resiliensi luar biasa jika diberikan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan,” ujar Erlina dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Lhokseumawe.

Plan Indonesia sendiri merupakan yayasan yang berfokus pada pemenuhan hak anak, khususnya anak perempuan, dan telah beroperasi sejak tahun 2017. Saat ini organisasi tersebut menjalankan berbagai program di delapan provinsi di Indonesia, termasuk pemberdayaan sekitar 32 ribu anak di Nusa Tenggara Timur melalui pemenuhan akses air bersih, sanitasi, pendidikan layak, vaksinasi, serta kepemilikan akta kelahiran.

Di Aceh, program Emergency Response dari Plan Indonesia berfokus pada pemenuhan hak anak terhadap pendidikan, perlindungan dan kesehatan di wilayah terdampnuhaak bencana. Program ini telah dimulai sejak November 2025 dan direncanakan berlangsung hingga Juni 2026 di sejumlah daerah, seperti Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.

Selain menyalurkan bantuan logistik berupa hygiene kit dan school kit, Plan Indonesia juga memberikan bantuan tunai kepada masyarakat terdampak. Menurut Erlina, dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi.

Di akhir dialog, Erlina mengungkapkan kekagumannya terhadap ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. “Masyarakat Aceh ini luar biasa ramahnya dan tangguhnya dalam menghadapi musibah. Ini benar-benar daerah yang diberkati,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....