Meningkatkan Etika Bermedia Sosial di Bulan Suci Ramadhan
- 10 Mar 2026 05:59 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa bulan suci Ramadhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menggunakan media sosial. Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga etika dalam berkomunikasi, berbagi informasi, serta berinteraksi di ruang digital agar tetap mencerminkan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dalam Islam.
Khairul Fata Razali, santri kelas 2 Madrasah Aliyah Dayah Ihyaaussunnah kota Lhokseumawe berbagi cerita dalam dialog live program Haba Puasa Aneuk Muda yang di siarkan setiap hari, pukul 17.00-18.00 selama bulan Ramadhan di 95,2 RRI Pro 2 FM Lhokseumawe selama Ramadhan, bahwa umat Islam dianjurkan untuk menahan diri dari perkataan yang tidak baik, termasuk dalam bentuk tulisan maupun komentar di media sosial. Menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menjaga sopan santun dalam berpendapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesucian ibadah puasa. Media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyebarkan pesan-pesan positif, dakwah, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
Fata, sapa akrabnya, juga menambahkan, nilai etika dalam bermedia sosial juga sejalan dengan ajaran Al-Qur’an yang mengingatkan umat manusia agar berkata baik dan benar. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Allah SWT mengingatkan agar setiap orang memeriksa terlebih dahulu kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya. Hal ini menjadi pedoman penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau menimbulkan perpecahan, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Dari banyak hal yang terbiasa kita lakukan di bulan suci Ramadhan semoga dapat meningkatkan etika dalam menggunakan media sosial. Fata juga berharap akan banyanya masyarakat dapat menjadikan teknologi sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, sikap, serta perilaku, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Dengan demikian, keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....