Satgas Pangan Polres Lhokseumawe Pastikan Distribusi BBM Aman

  • 09 Mar 2026 22:14 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Polres Lhokseumawe memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri tetap aman dan terkendali. Masyarakat pun diimbau tidak terpengaruh isu kelangkaan yang dapat memicu kepanikan.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe yang juga Ketua Satgas Ketahanan Pangan, AKP Bustani, mengatakan Satgas Pangan terbentuk mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda hingga kabupaten/kota dengan tugas melakukan pengawasan ketat terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting.

Menurutnya, Satgas Pangan memiliki sejumlah tugas konkret, di antaranya memantau inflasi, menjaga stabilitas harga, serta memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasaran. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan langsung ke gudang distributor, memantau harga di pasar tradisional maupun modern, serta mengawasi distribusi barang hingga melakukan penindakan hukum jika ditemukan pelanggaran.

“Langkah yang kita lakukan tidak hanya penindakan, tetapi juga bersifat preventif dan preemtif. Kami melakukan monitoring harga, pengawasan distribusi, hingga bersinergi dengan berbagai pihak seperti Bulog, BPS, dan instansi terkait lainnya,” ujarnya. Senin 9 Maret 2026

Terkait distribusi BBM di Kota Lhokseumawe, Bustani menegaskan hingga saat ini tidak terjadi kelangkaan. Antrean yang sempat terjadi di sejumlah SPBU, menurutnya lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat.

Ia menjelaskan, antrean tidak hanya berasal dari warga Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, tetapi juga dari masyarakat daerah lain yang turut mengisi BBM di wilayah tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa tidak ada kelangkaan BBM. Yang terjadi hanya panic buying. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu atau informasi yang belum tentu benar,” katanya.

Bustani menambahkan, Polres Lhokseumawe juga telah menyampaikan berbagai imbauan melalui media, media sosial, hingga pemasangan spanduk di sejumlah SPBU yang menegaskan bahwa pasokan BBM selama Ramadan tetap terjamin.

Ia juga menanggapi isu yang berkembang terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai stok BBM. Menurutnya, pernyataan tersebut telah diklarifikasi bahwa yang dimaksud adalah ketahanan stok penyimpanan selama 21 hingga 25 hari, bukan menandakan kelangkaan.

“Artinya ketika BBM terjual hari ini, maka akan ada pasokan baru yang masuk. Jadi stok itu terus berjalan, bukan berarti akan habis,” jelasnya.

Selain melakukan pengawasan distribusi, Satgas Pangan juga menindak pihak-pihak yang mencoba melakukan penimbunan atau penyalahgunaan distribusi BBM. Beberapa kasus bahkan telah diproses secara hukum dan sebagian masih dalam tahap penyidikan di Polres Lhokseumawe.

Bustani menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Pertamina serta pengelola SPBU untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Bahkan, komunikasi dilakukan secara cepat melalui grup koordinasi sehingga jika terjadi potensi kekosongan stok di SPBU, suplai dapat segera dilakukan.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan disebut turut aktif memantau langsung kondisi distribusi bahan pokok dan BBM di wilayah hukumnya. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

“Setiap informasi dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Jika sebelumnya membutuhkan waktu lama, sekarang kami berupaya memberikan respons cepat agar masyarakat segera mendapatkan solusi,” pungkas Bustani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....