Al-Quran Sebagai Kompas Kehidupan di Era Digital Kini
- 08 Mar 2026 06:34 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Lhokseumawe telah mengadakan program "Bincang Pagi" pada Sabtu, 7 Maret 2026, yang membincangkan topik mendalam mengenai "Keutamaan Al-Quran Diturunkan ke Bumi". Program yang disiarkan secara langsung melalui frekuensi 89.3 FM dan melalui kanal YouTube menghadirkan saah serang tokoh agama kota Lhokseumawe, Ustadz Abdurrahman Yusuf, sebagai narasumber utama. Dalam perbincangan tersebut, beliau menekankan bahwa Al-Quran bukan sekadar kitab suci untuk dibaca secara ritual, tetapi merupakan kurikulum dan panduan hidup yang lengkap bagi manusia.
Ustadz Abdurrahman menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk kembali kepada Al-Quran atau "back to Quran". Beliau menegaskan bahwa Al-Quran berfungsi sebagai pembawa kabar gembira (basyir) bagi mereka yang beriman dan peringatan (nadir) bagi mereka yang ingkar. Di tengah arus modernisasi, Al-Quran tetap relevan sebagai kompas yang mengarahkan perjalanan hidup manusia agar tidak tersesat dalam menghadapi berbagai tantangan duniawi.
Menyentuh mengenai cabaran di era digital, beliau memerhatikan perubahan tingkah laku masyarakat yang kini lebih banyak menghabiskan masa dengan handphone berbanding membaca Al-Quran. Beliau mengingatkan bahwa interaksi dengan Al-Quran adalah obat unuk hati (syifa) dan rahmat yang dapat menenangkan jiwa. "Sesiapa yang ingin berdialog dengan Allah, maka bacalah Al-Quran," ujar beliau sambil menekankan bahwa setiap huruf yang dibaca membawa ganjaran pahala yang besar, malah hanya dengan mendengar bacaannya saja sudah mendapat rahmat.
Selain itu, Ustadz Abdurrahman juga memberikan contoh negara Mauritania yang meskipun hidup dalam kesederhanaan, mempunyai tahap kebahagiaan yang tinggi kerana interaksi masyarakatnya yang sangat kuat dengan Al-Quran sejak usia dini. Beliau menekankan bahwa peran keluarga, terutamanya ibu bapak, adalah kunci utama dalam menanamkan rasa cinta terhadap Al-Quran kepada generasi muda. Pendidikan di sekolah atau pesantren tidak akan memadai jika di rumah anak-anak tidak melihat teladan daripada ibu bapk mereka sendiri dalam mendampingi kitab suci tersebut.
Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh pendengar untuk memaksimalkan kebaikan harian di bulan Ramadan dengan meningatkan kualitas ibadah dan interaksi bersama Al-Quran. Beliau juga menyampaikan aktivitas iktikaf di Masjid Baiturrahman Lhokseumawe pada 10 malam terakhir Ramadan sebagai peluang emas untuk meraih keberkahan. Al-Quran dan ibadah puasa ditegaskan akan menjadi penolong serta pemberi syafaat bagi manusia di akhirat kelak, di saat tidak ada lagi pertolongan lain yang tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....